Kredit Foto: Ist
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Dalam aksi ini, Perseroan akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 125 juta saham dengan nilai nominal Rp25 atau 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan disetor penuh dalam Perseroan.
Harga pelaksanaan saham PMTHMETD ditetapkan paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 Hari Bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum tanggal pengajuan pencatatan saham tambahan hasil PMTHMETD.
"PMTHMETD akan dilaksanakan tidak melebihi jangka waktu 2 tahun terhitung sejak tanggal RUPSLB yang menyetujui PMTHMETD, yaitu sejak tanggal 6 April 2026 sampai dengan tanggal 6 April 2028," kata manajemen.
Baca Juga: Cinema XXI (CNMA) Bakal Bagi-bagi Saham Treasuri, Investor Dapat Segini
Saham baru tersebut nantinya akan dikeluarkan kepada satu atau beberapa investor yang berminat. Identitas calon pemodal, termasuk ada atau tidaknya hubungan afiliasi dengan Perseroan, akan diumumkan kepada pemegang saham paling lambat lima hari kerja sebelum pelaksanaan PMTHMETD.
Adapun private placement ditempuh sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi keuangan di tengah ekspansi usaha. Seiring pertumbuhan kegiatan operasional, DGNS memandang perlu memiliki struktur modal yang lebih kokoh guna menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan kapasitas pendanaan, serta memperbaiki rasio-rasio keuangan yang relevan.
Penguatan permodalan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan perseroan terhadap dinamika industri sekaligus menopang strategi pertumbuhan jangka panjang. Dengan fleksibilitas keuangan yang lebih baik, perusahaan membidik peningkatan nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
"Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Rencana PMTHMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya PMTHMETD yang menjadi kewajiban Perseroan, akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan dalam bentuk modal kerja, penambahan outlet, pembelian saham, aset, dan penyertaan saham pada satu atau lebih perusahaan di industri yang relevan dengan kegiatan usaha grup Perseroan," ujar manajemen.
Baca Juga: Sektor Energi dan Konsumen Jadi Pilihan Investor Saham Syariah di BEI
Dengan adanya sejumlah saham baru yang dikeluarkan dalam rangka PMTHMETD, bagi pemegang saham Perseroan akan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan yaitu sebanyak-banyaknya 9,09%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri