Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Pastikan Impor Produk Pertanian dari AS Tak Pakai APBN

        Pemerintah Pastikan Impor Produk Pertanian dari AS Tak Pakai APBN Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa rencana impor produk pertanian senilai US$4,5 miliar dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

        Kerja sama tersebut disebut hanya berupa dukungan kebijakan pemerintah untuk memperlancar kerja sama business-to-business (B2B) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat.

        Haryo menjelaskan, pemerintah hanya berperan sebagai regulator serta penjaga standar mutu. Sementara itu, keputusan transaksi hingga pembiayaan sepenuhnya menjadi ranah sektor swasta.

        “Itu dukungan kebijakan untuk memperlancar kerja sama business-to-business, bukan pembelian yang dibiayai oleh APBN,” ujar Haryo dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

        Amerika Serikat merupakan mitra dagang strategis sekaligus tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia. Sepanjang 2025, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat tercatat mencapai US$31,0 miliar atau sekitar 11 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia sebesar US$282,9 miliar.

        “Untuk itu, menjaga akses pasar Amerika Serikat melalui pendekatan perdagangan yang seimbang merupakan langkah rasional untuk melindungi daya saing produk nasional,” kata Haryo.

        Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga memiliki dimensi penting bagi kepentingan industri nasional. Selama ini, Indonesia mengimpor sejumlah komoditas pertanian, seperti gandum, yang menjadi bahan baku utama industri pengolahan, termasuk industri makanan olahan berorientasi ekspor.

        Dengan terbukanya opsi pasokan yang lebih luas dan kompetitif, pelaku usaha dalam negeri dinilai dapat memperoleh bahan baku yang stabil, berkualitas, serta dengan harga yang bersaing.

        Dari sisi proporsi, pada 2025 total impor Indonesia dari Amerika Serikat untuk kelompok komoditas pertanian mencapai sekitar US$1,21 miliar. Sementara itu, total impor komoditas pertanian Indonesia dari berbagai negara lain mencapai sekitar US$13,2 miliar.

        Angka tersebut menunjukkan porsi impor dari Amerika Serikat hanya sekitar 9,2 persen. Sebagai contoh, impor sereal (HS10) dari Amerika Serikat tercatat sebesar US$375,9 juta dari total US$3,7 miliar atau sekitar 10 persen. Adapun impor soybeans (HS12) dari Amerika Serikat hanya sebesar US$1,0 juta dari total US$1,6 miliar.

        “Ini menunjukkan ruang penyesuaian pasokan tetap berbasis pertimbangan komersial dan tidak menimbulkan beban fiskal,” jelas Haryo.

        Baca Juga: RI Evaluasi Impor Energi US$15 Miliar dari AS Usai Putusan MA Amerika

        Baca Juga: China Soroti Pasal Sensitif Perjanjian Dagang RI-AS, Indonesia Bisa Ikuti Pembatasan Impor AS

        Baca Juga: Akindo: Komitmen Impor 3,5 Juta Ton Kedelai AS Jamin Kepastian Pasokan Kedelai Nasional

        Komitmen tersebut telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antarperusahaan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada 7 Juli 2025 dan tahap kedua dalam Indonesia–AS Business Summit pada 19 Februari 2026. Proses tersebut didukung oleh asosiasi pelaku usaha, seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

        “Dengan demikian, fasilitasi ini merupakan bagian dari strategi memperkuat akses pasar sekaligus mendukung rantai nilai industri nasional, dengan tetap berorientasi pada kepentingan ekonomi dan kedaulatan nasional,” pungkas Haryo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: