Khamenei Tewas, Amerika Serikat (AS) Waspadai Ancaman Balasan Iran ke Washington
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat (AS) meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan balasan dari Iran. Hal ini menyusul serangannya yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Laporan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) menyebut bahwa terdapat kemungkinan tinggi akan serangan yang langsung menargetkan Amerika Serikat. Meski kemungkinan terjadinya kecil untuk waktu dekat, namun ancaman serangan terbatas tetap ada dan perlu diwaspadai oleh Negeri Paman Sam.
Baca Juga: Jalur Vital Minyak Ditutup, Iran Akan Bakar Setiap Kapal Lewati Selat Hormuz
“Iran dan proksinya kemungkinan besar tetap menjadi ancaman yang berkelanjutan terhadap serangan yang ditargetkan di Amerika Serikat,” ungkap Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.
DHS juga memperingatkan bahwa ancaman paling mungkin dalam jangka pendek berasal dari kelompok peretas yang berafiliasi dengan Iran. Kelompok tersebut diperkirakan akan melancarkan serangan siber tingkat rendah terhadap jaringan di Amerika Serikat.
Bentuk serangan yang diprediksi antara lain pengubahan tampilan situs web (website defacement) dan serangan distributed denial-of-service (DDoS) yang dapat melumpuhkan layanan digital untuk sementara.
“Iran hampir pasti akan meningkatkan tindakan balasan atau seruan untuk melakukan serangan,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.
Selain potensi ancaman di dalam negeri, laporan tersebut juga memperkirakan serangan bertubi-tubi akan menghampiri sejumlah aset dari Amerika Serikat di Timur Tengah.
Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Operasi militer tersebut menargetkan fasilitas militer serta sejumlah tokoh penting pemerintahan dari Teheran. Ia sendiri telah menewaskan berbagai politikus penting, salah satunya adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Ekonomi Amerika Serikat (AS) Jadi Sorotan, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (3/3)
Serangan itu memicu konflik regional yang lebih luas. Israel dilaporkan menyerang target di Lebanon. Hal itu menyusul serangan balasan dari Hezbollah. Iran juga terus menembakkan rudal dan drone ke negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer dari Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: