Kredit Foto: Cita Auliana
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkap penyebab melonjaknya angka kredit macet atau Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) industri pinjaman daring (pindar) pada awal tahun ini.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), TWP90 industri pindar mencapai 4,38 persen per Januari 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar 4,32 persen.
Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan kenaikan tersebut dipicu oleh dua perusahaan pindar yang terindikasi melakukan fraud, sehingga berdampak signifikan terhadap lonjakan kredit bermasalah.
“Memang terus terang ada dua platform yang bermasalah, dan angkanya ini cukup signifikan besar sehingga sangat memengaruhi,” kata Entjik di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Adapun dua perusahaan yang dimaksud adalah PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde) dan PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Keduanya terindikasi melakukan fraud atau penipuan, dengan dana lender (pemberi pinjaman) yang tertahan diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun hingga Rp2,4 triliun.
“Karena ada non-performing loan (NPL) yang naik di dua platform yang kita semua sudah tahu disebabkan fraud, kenaikannya menjadi cukup tajam dan sangat ekstrem,” ujarnya.
Entjik menegaskan, secara umum kondisi industri pindar masih relatif aman apabila dua platform bermasalah tersebut dikeluarkan dari perhitungan.
“Kalau kita melihat secara keseluruhan, industri ini masih aman. Angkanya sebenarnya masih di bawah 3 persen, bahkan di kisaran 2,7–2,8 persen jika yang bermasalah itu kita keluarkan,” ucapnya.
Baca Juga: AFPI dan KrediOne Dorong Perlindungan Konsumen Pinjaman Daring
Baca Juga: AFPI Ungkap Sentimen Moody’s Bisa Pengaruhi Pindar
Ia juga mengakui bahwa salah satu kasus fraud bernilai triliunan rupiah baru dibukukan pada periode pelaporan terakhir, sehingga membuat angka kredit macet terlihat melonjak.
“Itu ada satu kasus yang nilainya besar, triliunan. Sebelumnya belum dibukukan, sekarang baru masuk pembukuan sehingga terlihat bengkak,” terangnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri