Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Analisis Geopolitik: Ambruknya Petrodolar Jadi Taruhan dalam Perang Iran-Amerika

        Analisis Geopolitik: Ambruknya Petrodolar Jadi Taruhan dalam Perang Iran-Amerika Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Analis geopolitik Xueqin Jiang menyatakan bahwa perubahan rezim tidak pernah berhasil jika hanya mengandalkan serangan udara. Intervensi militer darat dipandang sebagai syarat mutlak untuk mengganti kepemimpinan di Iran.

        Mayoritas pengamat menilai pengiriman pasukan darat ke Iran akan menjadi bencana terburuk bagi Amerika Serikat. Namun, Jiang menegaskan bahwa sejarah membuktikan kekuatan udara saja tidak cukup untuk menggulingkan sebuah pemerintahan.

        “Dalam sejarah, belum pernah ada presiden yang berhasil mengganti rezim hanya dari udara, dibutuhkan pasukan darat,” kata Jiang dalam wawancara di kanal YouTube Breaking Points pada Selasa (3/3/2026). Pernyataan tersebut menekankan perlunya kehadiran militer secara fisik di lapangan untuk mencapai tujuan politik.

        Tekanan terhadap Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan darat diprediksi akan terus meningkat. Dorongan ini diperkirakan datang dari negara-negara GCC seperti Arab Saudi, Qatar, UEA, hingga Israel.

        Runtuhnya stabilitas di negara-negara Teluk dikhawatirkan akan memicu kehancuran sistem petrodolar global. Hal ini memaksa negara-negara kawasan untuk menuntut tindakan tegas dari pihak Amerika Serikat.

        Negara Teluk berpotensi menuntut Amerika membayar kompensasi sebesar 5 triliun dolar kepada Iran. Pilihan lainnya adalah mengirim pasukan darat guna mengakhiri ancaman keamanan di wilayah tersebut.

        Sebagian besar rakyat Amerika Serikat saat ini masih menolak adanya pengerahan pasukan darat. Namun, Jiang mengingatkan bahwa penolakan serupa pernah terjadi sebelum serangan awal terhadap Iran dilakukan.

        Sebanyak 78 persen warga Amerika sebelumnya tercatat menentang dimulainya konflik bersenjata dengan Iran. Perubahan opini publik sering kali terjadi seiring dengan eskalasi situasi di medan perang.

        Baca Juga: Tak Ada Negosiasi, Iran Siap Hadapi Perang Panjang Dengan Amerika Serikat (AS)

        Konflik ini diprediksi akan mengubah tatanan global secara permanen dalam jangka panjang. Dominasi tunggal Amerika Serikat diperkirakan akan bergeser menuju sistem dunia yang multipolar.

        Pergeseran kekuatan dunia ini menjadi konsekuensi logis dari dinamika peperangan di Timur Tengah. Jiang menyimpulkan bahwa posisi Amerika Serikat di panggung internasional sedang berada di titik krusial.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: