Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Didalangi Netanyahu, Israel Akui Sudah Lama Rencanakan Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

        Didalangi Netanyahu, Israel Akui Sudah Lama Rencanakan Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Kredit Foto: The Guradian
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Israel mengungkap bahwa pihaknya sudah lama merencanakan untuk membunuh sosok dari Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Ia mengaku telah menyusul serangan tersebut sejak November 2025.

        Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil dalam pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

        Baca Juga: Angkatan Lautnya Musnah, Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan Amerika Serikat

        “Sudah pada tahun lalu kami berkumpul dalam forum sangat terbatas dan perdana menteri menetapkan tujuan untuk mengeliminasi Khamenei,” kata Katz dikutip dari N12 TV.

        Menurut Katz, operasi tersebut awalnya direncanakan akan dilaksanakan sekitar enam bulan kemudian, yakni pada pertengahan 2026. Namun rencana tersebut kemudian dipercepat setelah pihaknya berbagi informasi dengan Amerika Serikat (AS).

        Israel sendiri menegaskan operasi militernya bertujuan menghilangkan ancaman yang dianggap eksistensial bagi negara tersebut, khususnya terkait program nuklir dan pengembangan rudal balistik dari Iran.

        Tel Aviv juga secara terbuka menyatakan tujuan jangka panjang dari operasi militer tersebut adalah mendorong perubahan rezim di Teheran.

        Sebelumnya, Ali Khamenei dilaporkan tewas pada jam-jam pertama serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut menjadi kasus pertama dalam sejarah modern di mana seorang pemimpin tertinggi sebuah negara terbunuh melalui serangan udara langsung.

        Konflik yang dipicu oleh operasi tersebut kini telah berkembang menjadi perang regional dengan berbagai serangan balasan dari Iran. Kelompok Hezbollah di Lebanon juga turun melancarkan serangan ke Tel Aviv.

        Sejak konflik pecah, jumlah korban terus meningkat. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 1.230 orang tewas di Iran. Dari jumlah korban tersebut, 175 diantaranya adalah siswi dan staf sekolah yang menjadi korban serangan di sebuah sekolah dasar di Minab.

        Baca Juga: Diungkap Trump, Negara Ini Akan Jadi Sasaran Baru Amerika Serikat Usai Konflik dengan Iran

        Di Lebanon, sedikitnya 77 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang berkaitan dengan konflik tersebut.  Sementara itu, ribuan warga terpaksa mengungsi dari wilayah selatan dari Beirut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: