Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        China Lobi Iran Agar Kapal Minyak dan Gas Bisa Lewati Selat Hormuz

        China Lobi Iran Agar Kapal Minyak dan Gas Bisa Lewati Selat Hormuz Kredit Foto: Reuters/Tyrone Siu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        China dilaporkan sedang melakukan pembicaraan dengan Iran. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kapal pengangkut minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz.

        Dikutip dari Reuters, Beijing mendorong adanya jalur aman bagi kapal energi, termasuk tanker yang membawa minyak dan gas dari Timur Tengah.

        Baca Juga: China Hubungi Menlu Israel, Tuntut Adanya Gencatan Senjata Dengan Iran

        China diketahui memiliki hubungan diplomatik yang relatif baik dengan Iran. Ia juga sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

        Sebelumnya, Iran mengambil langkah tegas dengan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Hal tersebut dilakukan menyusul serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

        Penutupan jalur tersebut membuat sejumlah negara berpotensi kehilangan akses terhadap sekitar dua puluh pesen pasokan minyak dan gas alam cair global yang biasanya melewati kawasan itu.

        Bagi China, gangguan tersebut berisiko besar terhadap keamanan energi nasional karena sebagian besar impor minyaknya berasal dari Timur Tengah.

        Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sendiri kini telah memasuki hari keenam. Pertempuran yang meluas telah menyebabkan terhentinya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

        Adapun laporan terbaru menyebut sedikitnya 1.230 orang tewas di Iran. Dari jumlah korban tersebut, 175 diantaranya adalah siswi dan staf sekolah yang menjadi korban serangan di sebuah sekolah dasar di Minab.

        Baca Juga: Konflik Iran Memanas, Rusia Gandeng China di Forum IAEA

        Di Lebanon, sedikitnya 77 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang berkaitan dengan konflik tersebut.  Sementara itu, ribuan warga terpaksa mengungsi dari wilayah selatan dari Beirut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: