Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Adaro Andalan (AADI) Raih Laba USD760,18 Juta pada 2025, Turun 37%

        Adaro Andalan (AADI) Raih Laba USD760,18 Juta pada 2025, Turun 37% Kredit Foto: BEI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat penurunan kinerja sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD760,18 juta, merosot 37,21 persen secara year on year (yoy) dibandingkan capaian 2024 yang mencapai USD1,21 miliar.

        Tekanan terhadap laba terjadi seiring melemahnya pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, pendapatan usaha AADI tercatat USD4,91 miliar, turun 7,69 persen dibandingkan USD5,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Pendapatan tersebut berasal dari beberapa lini usaha utama. Segmen pertambangan dan perdagangan batubara menjadi kontributor terbesar dengan nilai USD4,68 miliar.

        Selain itu, segmen logistik menyumbang USD577,05 juta dan pendapatan lain-lain sebesar USD87,15 juta. Namun, angka tersebut masih dikurangi eliminasi sebesar USD435,75 juta.

        Baca Juga: Pendapatan dan Laba ADRO Kompak Susut Sepanjang 2025

        Di sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat USD3,64 miliar, turun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD3,85 miliar.

        Kendati demikian, penurunan beban tersebut belum mampu menahan penurunan laba bruto yang tercatat USD1,26 miliar, lebih rendah dari posisi 2024 sebesar USD1,46 miliar.

        Kinerja operasional juga mengalami tekanan. Laba usaha perseroan tercatat sebesar USD1,04 miliar, menurun dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai USD1,48 miliar.

        Sementara itu, dari sisi neraca, total aset AADI per akhir 2025 tercatat USD5,70 miliar, turun dibandingkan posisi 2024 yang sebesar USD5,99 miliar.

        Baca Juga: Tertekan Harga Batu Bara, Laba Indo Tambangraya (ITMG) Susut 48% di 2025

        Liabilitas perusahaan menyusut cukup signifikan menjadi USD2,05 miliar dari sebelumnya USD2,62 miliar. Di sisi lain, total ekuitas meningkat menjadi USD3,64 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar USD3,36 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: