Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan Ultrajaya (ULTJ) Tembus Rp8,76 Triliun, Laba Naik 19% di 2025

        Penjualan Ultrajaya (ULTJ) Tembus Rp8,76 Triliun, Laba Naik 19% di 2025 Kredit Foto: Instagram/Ultra Milk
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat peningkatan laba meski penjualan sedikit terkoreksi pada 2025.

        Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp1,35 triliun, naik 19,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,13 triliun.

        Sejalan dengan kenaikan laba tersebut, laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp130 per lembar, lebih tinggi dibandingkan Rp109 pada tahun sebelumnya.

        Dari sisi penjualan, ULTJ mencatatkan pendapatan Rp8,76 triliun sepanjang 2025, turun tipis 1,19 persen dari Rp8,87 triliun pada 2024.

        Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen minuman yang mencatat Rp9,27 triliun, sedikit turun dari Rp9,31 triliun. Sementara itu, segmen makanan menyumbang Rp57,87 miliar dari sebelumnya Rp70,1 miliar, lalu dikurangi eliminasi sebesar Rp562,47 miliar.

        Baca Juga: Produsen Prochiz (KEJU) Raup Penjualan Rp1,5 Triliun di 2025, Laba Naik 22%

        Di tengah penurunan penjualan, beban pokok penjualan justru naik menjadi Rp5,89 triliun dari Rp5,85 triliun pada akhir 2024. Dampaknya, laba kotor tercatat Rp2,86 triliun, turun dibandingkan Rp3,02 triliun pada tahun sebelumnya.

        Meski demikian, Perseroan berhasil menekan sejumlah beban operasional. Beban penjualan turun menjadi Rp1,01 triliun dari Rp1,34 triliun, sedangkan beban administrasi dan umum menyusut menjadi Rp261,41 miliar dari Rp275,43 miliar. 

        Laba usaha tercatat Rp1,68 triliun, mengalami peningkatan dari posisi 2024 yang sebesar Rp1,44 triliun. Kenaikan laba turut didukung berbagai pos pendapatan lain, seperti laba selisih kurs Rp77,93 miliar yang melonjak dari Rp36,74 miliar, serta laba atas perubahan nilai wajar hewan ternak Rp1,74 miliar setelah sebelumnya mencatatkan minus Rp11,26 miliar.

        Selain itu, pendapatan keuangan juga meningkat menjadi Rp38,97 miliar dari Rp37,42 miliar. Namun, laba dari penjualan aset tetap turun menjadi Rp727 juta dibandingkan Rp3,31 miliar pada tahun sebelumnya.

        Baca Juga: Penjualan Lesu, Laba Matahari Department Store (LPPF) Turun 12,35% di 2025

        Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp9,25 triliun pada akhir 2025, naik dari Rp8,46 triliun pada tahun sebelumnya. Di saat yang sama, liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp937,01 miliar dari Rp1,03 triliun.

        Adapun total ekuitas tercatat Rp8,31 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp7,42 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: