Kredit Foto: Istimewa
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mengumumkan rencana pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:2. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan sekaligus memperluas basis investor.
Rencana tersebut telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat No.S-02558/BEI.PP2/02-2026 tertanggal 24 Februari 2026, sebagaimana diatur dalam POJK 15/2022.
Selanjutnya, perusahaan akan meminta restu para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 April 2026.
Manajemen menjelaskan bahwa harga saham perusahaan saat ini dinilai relatif tinggi, sehingga tidak semua investor mampu menjangkaunya.
"Harga saham Perseroan saat ini relatif tinggi. Kondisi ini menyebabkan nilai pembelian untuk 1 lot saham Perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham Perseroan," kata manajemen dalam keterbukaan informasi.
Melalui aksi korporasi ini, jumlah saham beredar akan meningkat dari 6.713.711.540 menjadi 13.427.423.080 lembar. Sementara itu, nilai nominal saham akan turun dari Rp25 menjadi Rp12,5 per saham setelah pelaksanaan stock split.
Baca Juga: BEI Luncurkan Mode Syariah di IDX Mobile, Permudah Akses Saham Syariah
Manajemen menegaskan bahwa langkah ini tidak akan mengubah nilai ekonomi kepemilikan para pemegang saham.
"Pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara sebelum stock slit. Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau," jelas manajemen.
Perseroan berharap aksi pemecahan saham tersebut dapat memberikan sejumlah manfaat. Di antaranya meningkatkan jumlah saham yang beredar dan membuat harga per saham lebih terjangkau bagi investor, sehingga basis investor menjadi lebih luas.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan menambah jumlah pemegang saham, memperkuat struktur kepemilikan, serta mendorong peningkatan volume perdagangan saham di pasar.
Dengan likuiditas yang lebih baik, perusahaan juga berharap dapat menciptakan persepsi positif terhadap prospek dan kinerja Perseroan, sekaligus mendukung pertumbuhan nilai perusahaan ke depan.
Baca Juga: IPO Masih Sepi, Bos BEI: Kita Mengutamakan Kualitas Ketimbang Kuantitas
Di lantai bursa, saham CYBR pada sesi siang perdagangan Selasa (10/3) terpantau naik 5,54% ke Rp1.430. Namun, dalam sebulan sahamnya merosot -8,63% dan anjlok -20,33% sepanjang tahun berjalan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: