Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Waspada Ranjau Selat Hormuz, Kapal Iran Kembali Dihancurkan Amerika Serikat (AS)

        Waspada Ranjau Selat Hormuz, Kapal Iran Kembali Dihancurkan Amerika Serikat (AS) Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menghancurkan sepuluh kapal penebar ranjau milik Iran di Strait of Hormuz. Hal ini kembali mematik kekhawatiran terkait jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan bahwa setiap ranjau laut yang dipasang dalam selat tersebut harus segera dihapus oleh Iran. Ia juga menegaskan akan terus menghancurkan armada laut dari Teheran.

        Baca Juga: Trump Soal Perang Rusia-Ukraina: Ada Kebencian Besar Antara Putin dan Zelensky

        “Jika Iran menempatkan ranjau dan kami belum menerima laporan mereka melakukannya, kami ingin ranjau tersebut segera dihapus, segera!” kata Trump di Truth Social.

        Ia juga mengancam akan menghadirkan konsekuensi militer jika tidak mematuhi peringatan tersebut, meskipun tidak merinci langkah apa yang akan diambil Washington.

        Trump sendiri menyatakan pihaknya menggunakan teknologi yang sebelumnya dipakai untuk memberantas penyelundupan narkotika guna mendeteksi dan menghancurkan kapal yang mencoba menebar ranjau di jalur pelayaran tersebut.

        Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan pihaknya mengidentifikasi dan menghancurkan kapal yang mencoba menyebar ranjau di Selat Hormuz.

        Adapun United States Central Command (CENTCOM) menyatakan pihaknya juga menargetkan fasilitas penyimpanan ranjau laut milik dari Iran.

        AS juga mulai mempelajari kemungkinan mengawal kapal dagang yang melintasi wilayah dari Selat Hormuz. Namun hingga kini, mereka belum menyetujui permintaan hampir setiap hari dari industri pelayaran untuk menyediakan pengawalan militer bagi kapal-kapal komersial.

        Konflik Amerika Serikat, Israel dan Iran telah menyebabkan terhambatnya aktivitas pengiriman di Selat Hormuz. 20% pasokan minyak dan gas alam cair global kini tak seperti biasanya, dapat melewati jalur laut tersebut.

        Baca Juga: Israel Targetkan Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei

        Gangguan Selat Hormuz memicu kekhawatiran besar dalam pasar energi dunia karena berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan meningkatkan volatilitas harga energi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: