Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Duta Besar (Dubes) Iran untuk Rusia Kazem Jalali, menegaskan bahwa Iran tidak menuntut apapun dalam konfrontasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel selain kemenangan. Dirinya menekankan Iran akan terus berjuang hingga tujuan tersebut tercapai.
"Kami sedang berjuang untuk menang dan kami tidak menuntut apa pun, kecuali kemenangan. Trump dan Netanyahu harus tahu itu," kata Jalali kepada kantor berita multimedia internasional Rossiya Segodnya, dikutip dari Antara, Jumat (13/3).
Dirinya menambahkan AS harus bertanggung jawab atas seluruh kerusakan yang ditimbulkan akibat serangannya, termasuk mencabut sanksi terhadap Iran.
Menurutnya, negara-negara Arab kini menyadari bahwa pihak militer AS tidak dapat menjamin keamanan mereka.
Untuk diketahui, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, salah satunya di Taheran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Serangan tersebut dibalas Iran dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Kemudian Israel kembali menyerang sekitar 30 depot bahan bakar di berbagai wilayah Iran pada Sabtu (7/3/2026).
Usai serangan, kebakaran besar dilaporkan terjadi di ibu kota Iran, Teheran, dengan asap tebal membubung di atas tangki penyimpanan bahan bakar dan kawasan industri.
Militer Israel menyatakan depot bahan bakar yang diserang digunakan pemerintah Iran untuk memasok kebutuhan energi, termasuk bagi unit-unit militernya.
Iran pun melancarkan serangan balasan menggunakan drone terhadap kilang minyak dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Haifa, Israel.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: