Jatuh Saat Perang Iran, Amerika Serikat Berupaya Selamatkan Kru Pesawatnya di Irak Barat
Kredit Foto: US Army Photo/Carrie David Campbell
Pesawat Amerika Serikat dilaporkan jatuh dalam wilayah dari Irak Barat. Hal ini terjadi pesawat yang diketahui merupakan pesawat tanker pengisian bahan baker tersebut ikut melakukan operasi dalam konflik melawan Iran.
U.S. Central Command (CENTCOM) mengatakan bahwa pesawat yang jatuh berjenis dari Boeing KC-135 Stratotanker. Ia mengalami kecelakaan ketika menjalankan misi di Timur Tengah.
Baca Juga: Didongkrak Konflik Iran, Amerika Serikat Menyambut Baik Kenaikan Harga Minyak: Kami Untung
Dikutip dari Reuters, Amerika Serikat menyatakan insiden tersebut melibatkan dua pesawat, namun tidak disebabkan oleh serangan musuh maupun tembakan dari pasukan sendiri. Salah satu pesawat jatuh, sementara pesawat kedua berhasil mendarat dengan aman.
“Insiden terjadi dalam wilayah udara yang bersahabat selama Operasi Epic Fury. Upaya penyelamatan sedang berlangsung,” kata CENTCOM.
Operasi Epic Fury merupakan nama operasi militer dalam konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Ia sendiri merupakan nama yang dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Konflik sendiri dimulai oleh serangan udara yang dilakukan oleh Washington dan Israel. Washington sejauh ini telah mengerahkan sejumlah besar pesawat tempur dan pesawat pendukung ke Timur Tengah.
KC-135 memainkan peran penting dalam operasi udara karena memungkinkan pesawat tempur melakukan pengisian bahan bakar di udara sehingga dapat memperpanjang jangkauan misi.
Adapun perang ini sendiri telah memakan korban tewas setidaknya tujuh tentara dari Amerika Serikat. 150 personel militer lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Di sisi lain biaya perang ini diestimasikan bahwa dalam enam hari, operasi militer tersebut sudah menelan biaya sedikitnya US$11,3 miliar atau sekitar Rp190,97 triliun.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei: Selat Hormuz Akan Jadi Senjata Iran Menekan Amerika Serikat dan Israel
US$11,3 miliar belum mencerminkan total biaya perang secara keseluruhan, tetapi diberikan kepada para anggota parlemen yang meminta transparansi lebih besar terkait konflik yang terus meluas di Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: