Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.115,45 pada perdagangan Senin, 16 Maret 2026. Mengacu data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG makin loyo dengan koreksi 150,13 poin atau -2,10% ke level 6.987,08.
Pergerakan saham pada awal perdagangan hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 477 saham ambruk, hanya 101 saham yang mampu bergerak menanjak dan 112 saham lainnya stagnan.
Per pagi hari ini, IHSG sudah mencatatkan volume perdagangan 2,47 miliar lembar saham dengan frekuensi 166.356 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,3 triliun.
PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) menjadi saham top losers dengan penurunan tajam 14,73% ke level Rp191. Diikuti PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang merosot -14,68% ke Rp930 dan PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) yang ambrol -13,64% ke Rp4.750.
Di jajaran top gainers ada PT Victoria Investama Tbk (VICO) yang melejit 26,28% ke Rp173, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) yang meroket 22,92% ke Rp236 dan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) yang melesat 22,92% menjadi Rp118.
Baca Juga: IHSG Awal Pekan Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham dari Analis
lHSG hari ini diprediksi masih tertekan usai mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan koreksi tajM 3,05% ke level 7.137. Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG masih terbatas cenderung melemah dalam sesi perdagangan yang hanya berlangsung dua hari sebelum memasuki periode libur panjang Lebaran Idulfitri.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang membebani pasar saham domestik.
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi dan memicu kekhawatiran terhadap potensi inflasi global.
Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terkait kemungkinan pelebaran defisit APBN Indonesia, sehingga menjadi salah satu perhatian pelaku pasar menjelang pengumuman keputusan suku bunga bank sentral pada pekan ini.
Secara teknikal, IHSG diproyeksi bergerak dalam struktur tren bearish setelah menembus area support 7.200 dan membentuk lower low. Dalam jangka pendek, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: