Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bawa Teknologi Mobil ke Roda Dua, Niu Siap Rilis Motor Listrik NXT2 Berteknologi LiDAR

        Bawa Teknologi Mobil ke Roda Dua, Niu Siap Rilis Motor Listrik NXT2 Berteknologi LiDAR Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Era baru keselamatan berkendara bagi pengguna roda dua segera tiba. Produsen kendaraan listrik Niu Technologies resmi menggandeng pemasok LiDAR terkemuka asal China, Hesai Technology, untuk menyematkan sensor LiDAR pada lini motor listrik terbarunya.

        Langkah strategis yang diumumkan pada Rabu (18/3) ini menandai tonggak penting perluasan teknologi LiDAR yang sebelumnya identik dengan mobil otonom dan kendaraan penumpang premiumke segmen skuter dan sepeda motor listrik.

        Teknologi canggih ini dijadwalkan akan debut pada model terbaru Niu, yakni NXT2, serta motor listrik performa tinggi NX2.

        Dalam kolaborasi ini, Niu akan menggunakan sensor solid-state LiDAR seri FTX buatan Hesai. Sensor ini nantinya dipadukan dengan chip komputasi pintar dari D-Robotics. Sistem persepsi menyeluruh ini secara khusus dirancang untuk meminimalkan titik buta (blind spot) dan mendeteksi rintangan rendah yang kerap luput dari pandangan pengendara di jalur perkotaan yang padat.

        Berikut adalah sejumlah keunggulan teknis dari sensor FTX yang disematkan:

        Jangkauan Pandang Luas: Memiliki sudut pandang hingga 180 derajat secara horizontal dan 140 derajat secara vertikal.

        Akurasi Deteksi: Resolusi sensor diklaim lebih dari dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga mampu mendeteksi pejalan kaki, kendaraan, dan kondisi jalan yang kompleks di berbagai cuaca.

        Desain Kompak: Bobot sensor 66 persen lebih ringan, membuatnya sangat ideal untuk proporsi kendaraan roda dua.

        Bersamaan dengan pengumuman perangkat keras tersebut, dalam acara peluncuran produk baru 2026, Niu turut memperkenalkan NIU AIOS. Sistem operasi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dirancang khusus untuk memaksimalkan fitur keselamatan cerdas pada lini kendaraan roda dua mereka.

        CEO Niu, Li Yan, menegaskan bahwa tingginya kompleksitas lalu lintas perkotaan saat ini menuntut sistem keselamatan yang jauh lebih komprehensif, di mana solusi tunggal konvensional dinilai tidak lagi memadai. Senada dengan hal tersebut, CEO Hesai, Li Yifan, meyakini bahwa langkah integrasi ini akan menciptakan standar baru bagi pengembangan kendaraan roda dua yang lebih aman dan cerdas di masa depan.

        Adapun realisasi ekspansi LiDAR ke kendaraan roda dua ini sangat dipengaruhi oleh penurunan biaya produksi yang masif. Pihak Hesai mengungkapkan bahwa harga sensor LiDAR kini telah turun drastis menjadi sekitar 200 dolar AS (sekitar Rp3,1 juta) berkat integrasi chip dan produksi massal. Angka ini merosot sekitar 99,5 persen dibandingkan harga satu dekade lalu yang bisa menyentuh ratusan ribu yuan.

        Data Hesai mencatat bahwa tingkat penetrasi penggunaan LiDAR pada pasar mobil penumpang di China telah menyentuh angka 19 persen pada akhir 2025. Kini, teknologi yang dulunya eksklusif mulai merambah segmen kendaraan konsumen yang lebih terjangkau.

        Sebagai konteks, pabrikan raksasa BYD saat ini telah menawarkan opsi LiDAR untuk mobil perkotaan Seagull, disusul oleh Leapmotor melalui model A05.

        Kerja sama antara Hesai dan Niu ini dinilai sebagai integrasi LiDAR berskala besar pertama di sektor kendaraan listrik roda dua. Hesai sendiri memiliki rekam jejak panjang sebagai salah satu pemasok LiDAR terbesar di China, dengan produk yang telah diandalkan dalam armada robotaxi milik Baidu, Pony.ai, WeRide, hingga Zoox. (Carnews China).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: