Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Pangan Stabil Saat Lebaran, Amran Ancam Cabut Izin Pelaku Usaha Nakal

        Harga Pangan Stabil Saat Lebaran, Amran Ancam Cabut Izin Pelaku Usaha Nakal Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga pangan di dalam negeri diklaim tetap terkendali selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah meski dibayangi tekanan global. Pemerintah bahkan menyiapkan sanksi tegas bagi pelaku usaha yang menaikkan harga di luar batas.

        Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stabilitas harga menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyebut arahan Presiden mengharuskan harga pangan tidak mengalami lonjakan signifikan selama periode tersebut.

        "Sesuai arahan Bapak Presiden sejak sebelum Ramadhan harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga," kata Amran dikutip dari Antara.

        Pemerintah juga tidak segan mengambil tindakan terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga. Langkah tegas disiapkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.

        "Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan stoknya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya," ujar Amran.

        Di tengah potensi kenaikan harga akibat dinamika global, pemerintah mengandalkan sejumlah program intervensi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap terjangkau.

        Sejumlah program yang dijalankan antara lain distribusi beras melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, bantuan pangan juga disalurkan kepada jutaan keluarga penerima manfaat di berbagai daerah.

        Data Badan Pangan Nasional mencatat penyaluran beras SPHP hingga pertengahan Maret telah mencapai puluhan ribu ton. Program tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam menjaga stabilitas harga beras di pasar.

        Selain itu, GPM telah dilaksanakan ratusan kali di berbagai wilayah Indonesia. Program ini mencakup penyediaan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau.

        Pemerintah juga menggelar GPM khusus untuk komoditas tertentu seperti daging ayam dan daging sapi. Program ini melibatkan sejumlah pelaku industri pangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

        Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menilai stabilitas harga pangan menjadi indikator penting ketahanan nasional. Ia menyebut kondisi harga selama Ramadan menjadi ukuran keberhasilan kebijakan pemerintah.

        Baca Juga: Target Besar Mentan Amran! Enam Provinsi di Papua Mandiri Pangan

        "Dengan (adanya) perang (Timur Tengah), (kemungkinan) harga pangan bisa naik. Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadhan harga pangan (di dalam negeri) terkendali atau tidak? I think we are doing a good job," ujar Presiden.

        Menurut Presiden, sektor pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin ketersediaannya. Pemerintah karena itu menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam kebijakan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: