Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Begini Situasi Terbaru Selat Hormuz, Membuat Kian Panas Konflik Amerika Serikat dan Iran

        Begini Situasi Terbaru Selat Hormuz, Membuat Kian Panas Konflik Amerika Serikat dan Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Selat Hormuz terus menjadi sorotan menyusul tersendatnya jalur tersebut akibat perang dari Iran dan Amerika Serikat. Teheran menyatakan bahwa pihaknya masih membuka setengah jalur pelayaran, namun hal itu dilihat sebagai penutupan penuh oleh Washington.

        Perwakilan Iran untuk International Maritime Organization, Ali Mousavi menegaskan bahwa kapal-kapal yang tidak terkait dengan pihak yang memusuhi negaranya masih dapat melintasi wilayah dari Selat Hormuz.

        Baca Juga: Megawati Terima Dubes Iran dalam Momentum Silaturahmi Idulfitri

        Mousavi mengatakan kapal-kapal terkait bisa berlayar dengan selamat melalui jalur tersebut asalkan melakukan koordinasi keamanan dengan negaranya, mengikuti prosedur keselamatan yang ditetapkan dan tidak memiliki keterkaitan dengan pihak yang terlibat konflik dengan Iran.

        Iran masih mengedepankan jalur diplomasi dengan hal tersebut hal tersebut tidak menutup total jalur pelayaran, namun menerapkan kontrol selektif menyusul konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel.

        “Diplomasi tetap menjadi prioritas, tetapi penghentian agresi secara menyeluruh dan pembangunan kepercayaan jauh lebih penting,” ujar Mousavi.

        Situasi Selat Hormuz sendiri menurutnya saat ini merupakan dampak langsung dari serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

        Meski Iran menyatakan selat tetap terbuka, ancaman serangan dan ketidakpastian keamanan telah membuat banyak kapal enggan melintas. Akibatnya lalu lintas kapal menurun drastis, biaya asuransi dan pengiriman melonjak dan pasar energi global mengalami tekanan.

        Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas listrik dari Iran. Selat Hormuz menurutnya wajib dibuka sepenuhnya dalam waktu dua hari jika hal itu tidak ingin terjadi ke Teheran.

        Iran sendiri membalas ancaman tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan hal serupa, serta menyerang fasilitas air sekutu dari Amerika Serikat di Timur Tengah. Hal ini menambah ketidakpastian terkait Selat Hormuz.

        Baca Juga: Saat Perangi Iran, Amerika Serikat Ternyata Jualan Senjata ke Timur Tengah

        Selat Hormuz diketahui merupakan jalur vital bagi distribusi sekitar dua puluh persen energi dunia. Kondisi Selat Hormuz saat ini mencerminkan situasi “setengah terbuka” di mana secara teknis masih dapat dilalui, namun dengan risiko tinggi dan pembatasan tertentu. Hal ini membuat pasar global tetap waspada terhadap potensi gangguan lebih lanjut yang dapat berdampak luas pada ekonomi dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: