Saat Perangi Iran, Amerika Serikat Ternyata Jualan Senjata ke Timur Tengah
Kredit Foto: US Army Photo/Carrie David Campbell
Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menyetujui potensi penjualan senjata untuk tiga negara dari Timur Tengah. Upaya penjualan senjata tersebut terjadi seiring meningkatnya eskalasi konflik dengan Iran.
Dikutip dari Reuters, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan bahwa potensi penjualan senjata tersebut bernilai lebih dari dari US$16,5 miliar (sekitar Rp278 triliun). Penjualannya sendiri mencakup berbagai sistem persenjataan canggih.
Baca Juga: 200 Prajurit Amerika Serikat Jadi Korban Perang Lawan Iran
Paket terbesar diberikan kepada Uni Emirat Arab. Negara tersebut melakukan potensi pembelian dengan nilai lebih dari US$8,4 Miliar. Pembeliannya sendiri mencakup rudal dan amunisi F-16, drone militer, sistem radar dan upgrade pesawat tempur.
Amerika Serikat juga menyetujui penjualan radar pertahanan udara ke Kuwait. Penjualan itu sendiri senilai US$8 Miliar. Adapun Yordania melakukan pembelian dukungan pesawat dan amunisi senilai US$70,5 Juta.
Kontraktor utama dalam kesepakatan ini melibatkan perusahaan pertahanan besar seperti RTX Corporation, Northrop Grumman, dan Lockheed Martin.
Diketahui, Iran baru-baru ini melancarkan serangan ke fasilitas gas alam cair (LNG) terbesar dunia di Ras Laffan Industrial City, Qatar. Serangan tersebut membuat harga energi melonjak tajam dan disebut sebagai titik balik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Serangan Iran tidak hanya terjadi di Qatar. Teheran juga menyasar infrastruktur energi dalam berbagai negara mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait. Ketiga negara tersebut mendapati kilang minyak dan fasilitas gas mereka menjadi sasaran dari Teheran.
Baca Juga: Kuba 'Masih' Aman, Trump Fokus Selesaikan Isu Amerika Serikat-Iran
Adapun Uni Emirat Arab dituding ikut bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran. Teheran menyebut negara tersebut telah memberikan akses wilayahnya untuk digunakan sebagai basis penyerangan ke Iran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: