Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Paus Leo Soal Perang Amerika Serikat dan Iran: Skandal Kemanusiaan

        Paus Leo Soal Perang Amerika Serikat dan Iran: Skandal Kemanusiaan Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo mengecam penderitaan akibat perang dari Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebutnya sebagai skandal bagi seluruh umat manusia dan kembali menyerukan gencatan senjata segera dilakukan oleh Washington dan Teheran.

        Paus Leo menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlangsung. Ia menegaskan bahwa dunia tidak boleh diam melihat penderitaan korban sipil, terutama mereka yang tidak memiliki perlindungan.

        Baca Juga: Begini Situasi Terbaru Selat Hormuz, Membuat Kian Panas Konflik Amerika Serikat dan Iran

        “Kita tidak bisa tetap diam di hadapan penderitaan begitu banyak orang, para korban tak berdaya dari konflik ini. Apa yang melukai mereka, melukai seluruh umat manusia,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

        Ia kembali mendesak semua pihak untuk menghentikan permusuhan dan membuka jalan menuju perdamaian.

        “Saya dengan tegas memperbarui seruan agar kita terus berdoa, agar permusuhan berhenti dan jalan menuju perdamaian akhirnya terbuka,” kata Paus Leo.

        Pernyataan tersebut disampaikan saat konflik memasuki minggu keempat, dengan eskalasi yang semakin meluas dan berdampak pada stabilitas global. Paus Leo mengaku mengikuti situasi tersebut dengan “keprihatinan mendalam”, khususnya akibat belum ada tanda-tanda gencatan senjata akan dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat. 

        Terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dari Iran. Hal ini menyusul blokade negara tersebut atas Selat Hormuz.

        Ancaman tersebut dibalas tegas oleh Juru Bicara Militer Iran, Ebrahim Zolfaqari. Ia menyatakan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi negaranya akan dibalas dengan target yang jauh lebih luas.

        “Seluruh infrastruktur energi, teknologi informasi, dan fasilitas desalinasi air milik musuh dan sekutunya dalam kawasan akan menjadi target,” ujarnya.

        Baca Juga: Waspada Krisis Kemanusiaan, Timur Tengah Dibuat Membara Adu Tekanan Amerika Serikat dan Iran

        Iran juga menegaskan bahwa jika hal tersebut dilakukan, pihaknya akan menutup penuh wilayah dari Selat Hormuz. Padahal sebelumnya, selat tersebut terbuka untuk pihak yang tidak terkait dengan musuh dari Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: