Kredit Foto: Dok. BPMI
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen. Target tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih berada di kisaran 5 persen, dengan realisasi pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,11 persen.
Dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat, Prabowo memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah yang difokuskan pada penciptaan lapangan kerja guna meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Berikut lima program utama yang disiapkan pemerintah.
1. Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program andalan pemerintah. Program ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Prabowo menargetkan pembangunan sekitar 30 ribu dapur SPPG, dengan masing-masing unit mempekerjakan sekitar 50 orang, sehingga berpotensi menyerap 1,5 juta tenaga kerja.
“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” sebut Prabowo.
Selain itu, setiap dapur juga akan melibatkan 5–10 vendor bahan makanan seperti telur, buah, dan daging. Jika setiap vendor mempekerjakan sekitar 5 orang, maka tambahan lapangan kerja yang tercipta diperkirakan kembali mencapai 1,5 juta orang.
“Bila setiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 orang. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” ujar Prabowo.
2. Koperasi Desa Merah Putih
Program Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi motor penggerak ekonomi desa. Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa, dengan masing-masing koperasi mempekerjakan sekitar 18 orang.
Program ini diperkirakan dapat menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru, sekaligus memperpendek rantai pasok barang ke desa dan membantu penjualan hasil bumi masyarakat.
3. Kampung Nelayan Merah Putih
Di sektor kelautan, pemerintah menjalankan program Kampung Nelayan Merah Putih yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan pada 2026.
Dari uji coba yang dilakukan, program ini terbukti mampu meningkatkan penghasilan nelayan secara signifikan.
“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60% sampai 80%,” kata Prabowo.
Baca Juga: Presiden Prabowo Telepon Presiden Palestina, Sampaikan Ucapan Idulfitri dan Perkuat Solidaritas
4. Program 3 Juta Rumah
Program pembangunan 3 juta rumah juga menjadi salah satu motor besar penciptaan lapangan kerja. Setiap pembangunan satu unit rumah diperkirakan melibatkan sekitar 5 pekerja.
Jika pembangunan 1 juta rumah dipercepat pada tahap awal, maka program ini berpotensi menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja, belum termasuk dampak berantai dari industri pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas.
“1 juta rumah aja udah 5 juta orang kerja. Tukang batu, kayu, listrik, dan lain-lain. Perumahan ini juga menciptakan 72 turunan perusahaan, linkagenya, bikin satu rumah kita butuh kabel pipa, dan lain-lain,” papar Prabowo.
5. Renovasi Sekolah dan Digitalisasi Pendidikan
Di sektor sumber daya manusia, pemerintah mempercepat program renovasi sekolah dengan target 300 ribu sekolah dalam lima tahun ke depan. Pemerintah juga melakukan digitalisasi pendidikan melalui distribusi ratusan ribu interactive flat panel di sekolah-sekolah.
Menurut Prabowo, reformasi pendidikan ini merupakan langkah besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini lompatan-lompatan besar kita dalam langkah memperbaiki human capital,” tegas Prabowo.
Prabowo menegaskan berbagai program tersebut akan menjadi pendorong besar pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Ia optimistis dalam 10 tahun mendatang, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8 persen.
“This is the big booster for economy. Everything is based on evidence saya minta waktu kepada rakyat, kepada masyarakat. Saya buktikan sampai 2029,” ujar Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah