Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Paus Leo: Kebencian Meningkat dalam Perang Iran dan Amerika Serikat

        Paus Leo: Kebencian Meningkat dalam Perang Iran dan Amerika Serikat Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi konflik dalam perang antara Iran, Israel dan Amerika Serikat. 

        Ia menilai bahwa situasi saat ini semakin memburuk dengan meningkatnya kebencian dan kekerasan. Ia menyoroti adanya rencana pengiriman pasukan tambahan oleh Washington ke Timur Tengah.

        Baca Juga: Selektif Berikan Izin Lewat, Iran Waspadai Operasi Amerika Serikat di Selat Hormuz

        “Kebencian meningkat, dan kekerasan semakin buruk dari hari ke hari,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

        Paus Leo kembali menyerukan penghentian permusuhan antara kedua pihak dengan menekankan pentingnya solusi damai melalui dialog antara Teheran dan Washington.

        “Saya ingin memperbarui seruan untuk gencatan senjata, bekerja demi perdamaian bukan dengan senjata, tetapi melalui dialog,” tegasnya.

        Ia juga menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlangsung, termasuk bagaimana perang terkait telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di Timur Tengah. Menurutnya, kondisi ini menuntut tindakan nyata dari para pemimpin dunia.

        Paus Leo mengajak semua otoritas untuk mengambil langkah konkret melalui jalur diplomasi. Ia mendukung adanya upaya negosiasi untuk dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat.

        “Saya mengundang semua pihak berwenang untuk benar-benar bekerja melalui dialog guna menyelesaikan masalah,” katanya.

        Paus Leo diketahui semakin vokal dalam menyerukan penghentian perang. Sebelumnya, ia bahkan menyebut konflik ini sebagai skandal bagi seluruh umat manusia dan menegaskan bahwa dampaknya melampaui batas negara dan menyentuh nilai kemanusiaan global.

        Diketahui, Amerika Serikat tengah mempertimbangkan pengiriman ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah. Hal tersebut berpotensi meningkatkan eskalasi konflik.

        Baca Juga: Update Perang Iran, Amerika Serikat Bakal Kirim Ribuan Pasukan Elite ke Timur Tengah

        Adapun langkah militer ini terjadi hanya sehari setelah adanya kabar negosiasi tengah dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat. Namun Iran sendiri membantah adanya upaya diplomasi antara Teheran dan Washington.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: