Kredit Foto: Dok. KKP
Gudang beku portabel merupakan salah satu unit bisnis Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membekali pengurus KNMP dengan prinsip kelayakan pengolahan dalam pengelolaan gudang beku portabel, sehingga operasionalnya dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai standar.
Baca Juga: Indonesia Dorong Reformasi WTO: Konsensus dan Perlakuan Khusus Jadi Kunci
"Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah hasil perikanan melalui penguatan sektor pengolahan dan pemasaran. Salah satunya melalui pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir yang terintegrasi," terang Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, dikutip dari siaran pers KKP, Rabu (25/3).
Lebih lanjut disampaikan bahwa pengembangan KNMP dilaksanakan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan rantai nilai perikanan secara komprehensif, mulai dari penanganan pascapanen, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk perikanan guna meningkatkan daya saing dan nilai tambah.
Machmud menjelaskan bahwa pembangunan Gudang Beku Portabel (GBP) di lokasi KNMP perlu didukung oleh kemampuan pengelola dalam menerapkan prinsip kelayakan pengolahan hasil perikanan. Hal ini penting mengingat produk perikanan merupakan komoditas yang mudah mengalami penurunan mutu apabila tidak ditangani dengan baik.
"Penting bagi pengelola dan operator GBP memahami bagaimana cara melakukan penanganan dan pengolahan ikan yang baik sehingga mutu ikan terjaga dan bisnispun terjaga," terang Machmud.
Sebagai langkah taktis, KKP mengumpulkan semua pengurus KNMP, khususnya penerima bantuan fasilitas gudang beku (cold storage) dan air blast freezer (ABF) untuk mengikuti Bimbingan Teknis Penerapan Kelayakan Pengolahan bagi Pengelola KNMP. Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Rabu, 11 Maret 2026 bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai prinsip kelayakan pengolahan.
Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, para peserta dibekali pemahaman dan peningkatan kapasitas terkait Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) serta Penyusunan Panduan Mutu dalam kegiatan pengolahan hasil perikanan guna menjamin mutu, keamanan, dan peningkatan daya saing produk.
Direktur Pengolahan, Tri Aris Wibowo, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lokasi KNMP merupakan langkah penting untuk menghasilkan produk perikanan yang berdaya saing.
Baca Juga: Kemenkop Perkuat Ekosistem Perikanan Lewat Industri Pendukung
“Dengan penerapan standar pengolahan yang baik dan higienis, produk perikanan yang dihasilkan masyarakat pesisir diharapkan mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar,” pungkas Aris.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan program KNMP untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia. KNMP memiliki sejumlah fasilitas seperti cold storage, pabrik es, hingga kantor pengelola yang akan semakin memudahkan para nelayan untuk beraktivitas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: