- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Laba Bersih Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Melonjak 3 Kali Lipat ke US$127,79 Juta
Kredit Foto: CDI
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), membukukan laba bersih sebesar US$127,79 juta sepanjang 2025, melonjak signifikan dibandingkan US$33,75 juta pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan auditan per 31 Desember 2025, laba sebelum pajak turut meningkat menjadi US$132,06 juta dari US$34,21 juta pada tahun sebelumnya.
Dari sisi top line, pendapatan perseroan tercatat sebesar US$148,03 juta pada 2025, naik dari US$102,54 juta pada 2024.
Kinerja tersebut diikuti lonjakan pada neraca. Total aset perseroan mencapai US$1,74 miliar, meningkat 61% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar US$1,08 miliar. Sementara itu, total liabilitas naik 85% menjadi US$607,89 juta dari sebelumnya US$328,36 juta.
Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, menjelaskan peningkatan aset terutama didorong oleh kenaikan kas dan setara kas yang berasal dari berbagai sumber pendanaan. Sumber tersebut antara lain fasilitas pembiayaan dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk, tambahan setoran modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, serta hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Selain itu, perseroan juga memperoleh tambahan fasilitas pendanaan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Bangkok Bank Public Company Limited.
Kenaikan aset juga didorong oleh ekspansi investasi, termasuk akuisisi kapal, pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), fasilitas docking kapal, serta pembangunan kapal baru.
“Perubahan lebih dari 20% pada pos Total Aset dan Total Liabilitas tersebut terutama mencerminkan aktivitas pendanaan dan investasi strategis yang selaras dengan rencana pertumbuhan Perseroan,” ujar Jonathan dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Laba BREN Milik Prajogo Pangestu Naik 6,5% Jadi US$165 Juta pada 2025
Baca Juga: Saham Grup Prajogo hingga Bakrie Seret IHSG Ambruk 5,9%
Baca Juga: Emiten Prajogo (CUAN) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat, Ini Alasannya
Manajemen menilai lonjakan aset dan liabilitas mencerminkan strategi ekspansi serta penguatan struktur permodalan perusahaan.
“Manajemen meyakini bahwa perkembangan ini akan mendukung kinerja keuangan serta memperkuat struktur permodalan guna menunjang ekspansi usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: