Kredit Foto: CDI Group
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI Group/CDIA) mencatat kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang 2025, yang menjadi tahun perdana Perseroan sebagai perusahaan terbuka setelah melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025. Pencapaian ini ditopang ekspansi usaha dan penguatan struktur permodalan, sekaligus menjadi fondasi awal pertumbuhan jangka panjang.
Sepanjang tahun buku 2025, CDI Group membukukan EBITDA sebesar US$118,8 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat sebesar US$127,8 juta, sementara pendapatan mencapai US$148 juta, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen logistik yang mencatat pertumbuhan tertinggi.
Direktur CDI Group, Jonathan Kandinata, menyatakan tahun pertama pasca IPO menjadi fase transformasi bagi Perseroan dalam memperkuat kinerja dan arah bisnis.
“Tahun 2025 merupakan momentum transformasi bagi CDI Group setelah menjadi perusahaan terbuka. Kami berhasil mencatatkan kinerja yang solid, didukung oleh operasional yang kuat serta strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin,” ujarnya. dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Dari sisi neraca, Perseroan mencatat total aset sebesar US$1,74 miliar dengan posisi kas dan setara kas mencapai US$803,3 juta. Struktur permodalan dinilai tetap terjaga dengan dukungan akses pendanaan yang terdiversifikasi, baik dari pasar modal maupun perbankan.
Sejalan dengan kinerja tersebut, CDI Group juga menetapkan dividen interim sebesar US$10 juta sebagai bagian dari komitmen memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kesehatan keuangan.
Pencatatan saham pada Juli 2025 menjadi langkah strategis yang memperkuat transformasi Perseroan. Dana hasil IPO digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis, terutama di sektor logistik, kepelabuhanan, dan fasilitas penyimpanan.
Secara operasional, CDI Group memperluas kapasitas dan kapabilitas bisnis melalui penguatan logistik darat dan maritim, pengembangan cold chain, serta peningkatan kapasitas energi baru terbarukan dan pembangunan fasilitas penyimpanan. Langkah ini memperkuat posisi Perseroan sebagai platform infrastruktur terintegrasi.
Baca Juga: Laba Bersih Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Melonjak 3 Kali Lipat ke US$127,79 Juta
Baca Juga: Laba BREN Milik Prajogo Pangestu Naik 6,5% Jadi US$165 Juta pada 2025
Baca Juga: Saham Grup Prajogo hingga Bakrie Seret IHSG Ambruk 5,9%
Portofolio usaha CDI Group saat ini mencakup sektor energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik. Diversifikasi tersebut menjadi basis pertumbuhan di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Memasuki 2026, Perseroan menyatakan akan tetap fokus pada ekspansi yang terukur, peningkatan kinerja operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang dengan memanfaatkan momentum pasca IPO.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: