Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gedung Putih: Trump Siap Hantam Iran Lebih Keras Jika Tak Mengaku Kalah dari Amerika Serikat

        Gedung Putih: Trump Siap Hantam Iran Lebih Keras Jika Tak Mengaku Kalah dari Amerika Serikat Kredit Foto: Reuters/Jonathan Ernst
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat memperingatkan bahwa proposal damainya wajib diterima oleh Iran. Washington memperingatakan bahwa jika hal itu tidak diterima, maka pihaknya akan menyerang dengan lebih keras ke Teheran.

        Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa pihaknya telah memang melawan Teheran. Hal itu menurutnya adalah sebuah fakta yang mesti diterima oleh Iran.

        Baca Juga: Iran Kaji Proposal Damai Amerika Serikat, Begini Isinya...

        “Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tidak menggertak. Ia siap 'melepaskan neraka' ke Iran,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

        Leavitt menegaskan bahwa sejumlah fakta mesti diterima oleh Iran. Menurutnya, Teheran sudah kalah secara militer dan tekanan akan datang dengan lebih berat terhadap mereka jika terus melanjutkan perangnya dengan Israel dan Amerika Serikat.

        Gedung Putih mendorong bahwa proposal damai yang baru-baru ini disampaikannya untuk diterima oleh Iran. Leavitt sendiri menyebut bahwa pembicaraan masih berlangsung dan produktif, di mana hal itu bisa berujung kesepakatan dengan Teheran.

        Adapun Iran sendiri dilaporkan masih meninjau proposal untuk mengakhiri konflik dengan Israel dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Teheran memberikan respons yang negatif dan menyatakan tidak ada negosiasi dengan Washington.

        Adapun menurut laporan, proposal ini sendiri berisi lima belas poin yang telah diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut laporan, proposal terkait menekankan pentingnya penghentian pengembangan teknologi nuklir oleh Iran.

        Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

        Baca Juga: Pasca Tewasnya Ali Larijani, Iran Kini Semakin Menjadi Negara Militer

        Pernyataan Gedung Putih menunjukkan bahwa tekanan militer dan diplomasi berjalan bersamaan. Negosiasi dan tekanan yang berjalan menandakan bahwa arah konflik masih sangat bergantung pada keputusan dari Iran dan Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: