Kredit Foto: Reuters/David W Cerny
Ketegangan Inggris dan Russia kembali meningkat setelah pengumuman mengejutkan dari London. Mereka diketahui memberikan izin kepada militernya untuk menahan kapal-kapal shadow fleet dari Moskow.
Dikutip dari TASS, Kedutaan Besar Rusia di London mengecam pemberian izin tersebut dan menyebut langkah terkaitsebagai tindakan yang sangat bermusuhan.
Baca Juga: Rusia Bertaruh Amerika Serikat Akan Tinggalkan Ukraina
Rusia menilai kebijakan tersebut sebagai upaya memperburuk situasi keamanan dan perdagangan internasional yang sudah tegang. Moskow bahkan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat membuat pelayaran menjadi tidak aman di Selat Inggris.
Moskow menegaskan akan menggunakan berbagai cara untuk melindungi kepentingannya, termasuk langkah politik, hukum, hingga tindakan asimetris. Meski demikian, mereka tidak menjelaskan secara rinci langkah terkait yang akan diambil.
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan izin kepada militer untuk menaiki dan menahan kapal-kapal yang digunakan untuk mengekspor minyak guna menghindari sanksi oleh Rusia.
Ia mengatakan keputusan agresif tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah. Ia menilai bahwa kenaikan harga komoditas itu telah menguntungkan pihak dari Moskow di Eropa Timur.
Inggris menyatakan bahwa aparat militer dan penegak hukum telah dipersiapkan untuk menaiki kapal yang menolak berhenti, menindak kapal yang bersenjata atau menggunakan teknologi penghindaran dan menjerat pemilik dan operator dengan proses hukum yang berlaku di Inggris.
Kapal-kapal yang menjadi incaran ini adalah kapal-kapal yang sering beroperasi dengan struktur kepemilikan yang tidak transparan dan digunakan untuk menghindari pembatasan ekspor minyak dari Rusia.
Menurut Stammer, sekitar tiga perempat ekspor minyak mentah dari negara itu diangkut oleh jaringan shadow fleet tersebut, menjadikannya target strategis dalam upaya melemahkan kemampuan finansial dari Moskow.
Selain isu geopolitik, kapal-kapal ini juga menimbulkan kekhawatiran lingkungan karena banyak menggunakan kapal tua, minim regulasi keselamatan dan berisiko tinggi mengalami kebocoran atau tumpahan minyak yang dapat membahayakan lingkungan, khususnya di Selat Inggris.
Baca Juga: Sinyal Operasi Baru Amerika Serikat ke Iran: 10.000 Tentara Bakal Dikirim ke Timur Tengah
Sejumlah negara blok euro lainnya juga dilaporkan meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat dalam jaringan tersebut, sebagai bagian dari strategi memperlemah sumber pendanaan dari Rusia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: