Kebakaran Saat Konflik Iran, Kapal Induk Terbaru Amerika Serikat Mundur hingga Eropa
Kredit Foto: Seaforces
Kapal Induk Terbaru Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford dilaporkan ditarik mundur hingga berlabuh di Pelabuhan Split, Kroasia. Penarikan ini terjadi usai kapal tersebut mengalami kebakaran saat mengikuti operasi ke Iran.
Dikutip dariĀ Reuters, Kroasia telah memberikan izin bagi kapal tersebut untuk masuk wilayahnya guna menjalani perbaikan dan perawatan setelah mengalami insiden kebakaran saat bertugas di Timur Tengah.
Baca Juga: Efek Serangan Amerika Serikat, Opsi Bangun Senjata Nuklir Makin Dilirik Iran
Di Split, USS Gerald R. Ford juga dijadwalkan menerima kunjungan pejabat lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Amerika Serikat dan Kroasia. Kedua negara sendiri merupakan anggota dariĀ North Atlantic Treaty Organization (NATO).
USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk paling canggih milik Amerika Serikat. Ia dilengkap dengan lebih dari tujuh puluh lima pesawat tempur di dalamnya, termasuk F/A-18 Super Hornet.
Kapal ini juga dilengkapi sistem radar canggih untuk mendukung operasi udara dan navigasi, serta didampingi kapal perang lain dengan kemampuan pertahanan udara, anti-kapal, dan anti-kapal selam.
USS Gerald R. Ford sebelumnya dikerahkan dalam operasi militer dari Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Namun insiden terjadi dalam kapal tersebut saat sedang beroperasi di Laut Merah. Washington mengklaim telah terjadi kebakaran non-tempur dalam ruang laundry utama kapal.
Akibat kejadian tersebut, tiga pelaut mengalami luka, sementara hampir 200 personel lainnya harus mendapatkan perawatan akibat paparan asap. Kebakaran tersebut membutuhkan waktu berjam-jam untuk dikendalikan dan berdampak pada sekitar 100 tempat tidur awak kapal.
Selain kebakaran, kapal ini juga dilaporkan mengalami sejumlah masalah teknis selama penugasan, termasuk gangguan pada sistem pembuangan yang memengaruhi ratusan toilet di dalam kapal. Masalah tersebut menambah tekanan pada operasional kapal induk yang membawa lebih dari lima ribu personel.
USS Gerald R. Ford juga diketahui telah menjalani penugasan panjang selama lebih dari sembilan bulan. Sebelum Timur Tengah, kapal ini juga terlibat dalam operasi militer di Karibia dan Venezuela. Durasi penugasan yang panjang tersebut memicu kekhawatiran terkait kondisi fisik kapal serta moral awak yang bertugas di dalamnya.
Baca Juga: China Peringatkan Amerika Serikat Terkait Pabrik Amunisi di Filipina
Perang Iran, Israel dan Amerika Serikat telah meningkatkan beban operasional dari USS Gerald R. Ford. Meski tetap menjadi simbol kekuatan militer, insiden kebakaran dan masalah teknis menunjukkan bahwa bahkan teknologi paling canggih yang dimilikinya tidak lepas dari risiko di tengah konflik global yang intens.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: