Kredit Foto: Unsplash/Muhammad Asyfaul
Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa 700 karyawan, Meta justru menyiapkan bonus bagi jajaran eksekutifnya.
Keputusan PHK ini diumumkan pada Rabu (25/3/2026) dan berdampak pada berbagai divisi, mulai dari Reality Labs, Facebook, operasional global, rekrutmen, hingga penjualan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi Meta di tengah perubahan fokus ke bidang kecerdasan buatan (AI).
“Tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi atau perubahan, untuk memastikan berada dalam posisi terbaik untuk mencapai tujuan.”
“Jika memungkinkan, kami juga mencari peluang lain bagi karyawan terdampak,” kata juru bicara Meta.
Meski melakukan efisiensi, Meta di saat yang hampir bersamaan mengumumkan skema insentif baru bagi para petingginya.
Program ini memberikan opsi saham tambahan kepada sejumlah eksekutif, jika perusahaan berhasil mencapai target pertumbuhan tertentu, termasuk ambisi valuasi hingga 9 triliun dolar AS pada 2031.
Jajaran yang berpotensi menerima bonus tersebut meliputi Chief Technology Officer, Chief Product Officer, Chief Financial Officer, Chief Operating Officer, Vice President, Vice Chairman, hingga Chief Legal Officer.
Sementara, CEO Mark Zukerberg dilaporkan tidak termasuk dalam penerima opsi saham baru tersebut.
Menurut Meta, skema ini dirancang untuk menjaga daya saing di tengah ketatnya persaingan teknologi, khususnya dalam pengembangan AI.
Baca Juga: Meta dan Google Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp101,59 Miliar dalam Kasus Remaja Kecanduan Medsos
Langkah kontras antara PHK dan pemberian insentif ini mencerminkan strategi besar perusahaan teknologi global, yang kini berlomba melakukan efisiensi sekaligus memperkuat investasi di sektor AI.
Sejak 2023, Meta gencar melakukan penghematan biaya sebagai bagian dari transformasi bisnisnya. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: