Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saiful Mujani: Rakyat Dipaksa Bayar Pajak, Elitenya Korupsi

Saiful Mujani: Rakyat Dipaksa Bayar Pajak, Elitenya Korupsi Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menyoroti Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun yang meminta rakyat mengencangkan pembayaran pajak untuk mengimbangi kenaikan utang negara.

Saiful menilai hal itu tidak adil, sebab rakyat selalu dituntut patuh membayar pajak demi menutup utang, sementara dana pajak yang seharusnya kembali ke rakyat justru dikorupsi oleh elite.

"Giliran bayar utang, rakyat disuruh kencangkan bayar pajak. tapi giliran belanja dari pajak untuk rakyat lu korupsi,' tulis Guru Besar UIN Jakarta itu di akun X pribadinya, dikutip Senin (15/6).

Sebelumnya, Misbakhun meminta pemerintah untuk menggenjot pajak guna mengimbangi utang Indonesia yang terus naik. 

Menurutnya, peningkatan penerimaan pajak sangat penting untuk menjaga rasio kemampuan pemerintah membayar utang, yakni debt to service ratio (DSR), yang saat ini dinilai belum ideal.

"Nah persoalannya sekarang berapa persen persentase depth service ratio kita? Penerimaan pajak kita untuk membayar ada di situasi yang kurang ideal," kata Misbakhun dalam program CNBC Indonesia TV pada April 2026. 

Baca Juga: DJP Siapkan Rp1,9 Triliun untuk AI, Pengawasan Pajak Masuk Babak Baru

Berdasarkan data APBN per akhir kuartal IV-2025, nominal utang Indonesia telah menembus Rp9.637,9 triliun atau setara 40,46% dari PDB

Kemudian berdasarkan laporan terbaru Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa posisi utang negara per 31 Maret 2026 telah membengkak menjadi Rp9.920,42 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: