- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Siang Ini Turun 0,53% ke 7.053, HEAL, AADI dan BREN Top Losers LQ45
Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pindah ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Berdasarkan data RTI, IHSG turun 37,89 poin atau -0,53% ke level 7.053,77.
Pada perdagangan pagi tadi, IHSG sempat berada di zona hijau dan menempati titik tertingginya pada level 7.155,54. Sementara titik terendahnya berada di level 7.050,53.
Pergerakan saham pada pertengahan hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 382 saham merosot, 272 saham menanjak dan 162 saham mendatar.
Sepuluh sektor memerah, transportasi -3,86%, energi -1,69%, industrial -1,45%, teknologi -1,01%, kesehatan -0,59% infrastruktur -0,47%, properti -0,33%.
Selanjutnya, keuangan -0,28%, bahan baku -0,18%, dan barang konsumen non primer -0,14%. Sementara hanya sektor barang konsumen primer yang naik 0,94%.
Hingga jeda makan siang ini, IHSG sudah membukukan nilai transaksi Rp7,48 triliun. Hal itu berkat adanya penjualan 15,62 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.017.271 kali.
Ditinjau dari Indeks LQ45, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menjadi saham top losers dengan koreksi -5,45% ke Rp1.215. Diikuti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang melemah -4,5% ke Rp11.150 dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang terkoreksi -4,11% ke Rp5.250.
Di jajaran top gainers ada PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang melesat 5,46% ke Rp6.275, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang menguat 5,17% ke Rp1.220 dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terapresiasi 3,19% ke Rp970.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif. Beberapa analis memprediksi pergerakan IHSG masih akan menghadapi tekanan depresiasi rupiah dan aksi jual asing yang membuat investor cenderung lebih berhati-hati.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran level 7.000-7.200 dengan pembentukan histogram MACD yang cenderung sideways.
Baca Juga: Rebound! IHSG Hari Ini Selasa (31/3) Dibuka Menguat ke Level 7.122
Baca Juga: IHSG Selasa (31/3) Masih Rawan Koreksi, Cek Saham Jagoan MNC Sekuritas
Pelaku pasar kini juga berfokus menanti rilis data inflasi dan PMI Manufaktur domestik esok hari. Rupiah sendiri diproyeksikan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16,950-Rp17,050 per dolar AS, tertekan eskalasi konflik global dan kekhawatiran membengkaknya beban fiskal APBN domestik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: