Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, China Kutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

        Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, China Kutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Kredit Foto: Reuters/Eduardo Munoz
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah China mengecam keras serangan mematikan terhadap Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) dan mendesak penghentian segera segala bentuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (30/3), menyampaikan duka cita atas insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian serta melukai sejumlah lainnya.

        "Kami berduka atas hilangnya nyawa dan bersimpati kepada korban yang terluka," ujarnya dikutip dari Xinhua.

        Mao menegaskan bahwa setiap serangan yang secara sengaja ditujukan kepada personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional sekaligus mencederai Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Tindakan semacam itu dinilainya sama sekali tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.

        "China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera meredakan situasi dan mengambil langkah-langkah konkret guna memastikan keselamatan personel pasukan penjaga perdamaian PBB di lapangan," tegas Mao.

        Untuk diketahui, insiden tersebut terjadi setelah sebuah proyektil meledak di pos UNIFIL di wilayah Lebanon selatan pada Senin pagi waktu setempat. Dalam kejadian itu, seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka.

        Serangan terhadap pasukan Indonesia di Lebanon terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, seorang prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, gugur akibat ledakan proyektil pada Minggu (29/3). Sehari kemudian, dua prajurit lainnya, Kapten Infanteri Zulmi dan Sersan Satu Ikhwan, juga dilaporkan meninggal dunia dalam insiden ledakan saat menjalankan misi pengawalan di wilayah Bani Hayyan.

        Dengan demikian, total tiga prajurit TNI gugur dalam rangkaian insiden yang terjadi di area operasi UNIFIL dalam waktu berdekatan. Hingga kini, situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan masih belum stabil, sementara penyelidikan terkait penyebab serangan masih berlangsung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: