Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        NATO Retak, Amerika Serikat Akan Tinjau Ulang Aliansi Usai Perang Iran

        NATO Retak, Amerika Serikat Akan Tinjau Ulang Aliansi Usai Perang Iran Kredit Foto: Reuters/Ints Kalnins
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya kemungkinan besar akan meninjau ulang hubungannya dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Hal ini menyusul keengganan sejumlah anggota aliansi untuk membantu dalam perang dari Washington, Israel dan Iran.

        Menteri Luar Negeri United States, Marco Rubio menyatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan meninjau ulang hubungannya dengan NATO. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara mereka dengan sejumlah sekutu yang menolak mendukung operasi militer di Timur Tengah.

        Baca Juga: Ogah Terlibat Konflik Iran, Eropa Mulai Tak Sejalan Dengan Amerika Serikat

        "Pada akhirnya, itu adalah keputusan yang harus dibuat oleh kami, dan kami harus membuatnya," kata Rubio.

        Rubio menyoroti sikap beberapa negara blok euro yang menolak memberikan akses pangkalan militer maupun wilayah udara untuk mendukung operasi dari Amerika Serikat. Diketahui negara-negara tersebut adalah Prancis, Italia dan Spanyol.

        Menurutnya, hal tersebut menimbulkan pertanyaan apakah aliansi masih berfungsi sebagai aliansi yang saling menguntungkan. Ia menyebut adanya kekhawatiran bahwa hubungan tersebut telah berubah menjadi jalan satu arah.

        "Kita harus meninjau kembali apakah aliansi yang telah melayani negara ini dengan baik selama beberapa waktu masih melayani tujuan tersebut," ungkap Rubio.

        Rubio menilai bahwa selama ini pihaknya berada di posisi utama dalam melindungi blok euro, namun tidak mendapatkan dukungan yang sepadan saat dibutuhkan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait masa depan hubungan dengan alinasi berada di tangan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

        "Apakah aliansi sekarang telah menjadi jalan satu arah di mana kami hanya berada dalam posisi untuk membela mereka. Tetapi ketika kita membutuhkan bantuan sekutu kita, mereka akan menolak hak pangkalan kita, dan mereka akan menolak hak penerbangan kita," tutur Rubio.

        Diketahui, Ketegangan Amerika Serikat dan North Atlantic Treaty Organization (NATO) dipicu oleh perbedaan sikap negara-negara blok euro terkait dengan perang dari Israel, Washington dan Iran.

        Prancis dilaporkan menolak memberikan izin penggunaan wilayah udaranya ke Amerika Serikat dan Israel. Mereka menolak wilayah udaranya untuk digunakan sebagai jalur pengiriman senjata ke Timur Tengah.

        Italia juga melakukan hal serupa. Ia dilaporkan menolak memberikan izin untuk pesawat militer dari Amerika Serikat. Pesawat itu dilaporkan akan digunakan untuk misi di Timur Tengah.

        Menurut laporan, negara tersebut menolak untuk memberikan izin pendaratan terhadap sejumlah pesawat bomber yang akan mendarat di Pangkalan Sigonella di Sisilia. Hal tersebut cukup mengejutkan, menyusul kedekatan dari Italia dan Amerika Serikat.

        Spanyol di sisi lain mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer dari Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles menegaskan bahwa negaranya tidak mengizinkan penggunaan wilayah udara maupun pangkalan militer untuk operasi yang berkaitan dengan konflik dari Iran dan Amerika Serikat.

        Jerman berbeda dengan negara lain. Ia masih mengizinkan penggunaan pangkalan dari Ramstein Air Base oleh Amerika Serikat. Namun, isu ini menjadi perdebatan internal menyusul kritik bahwa perang tersebut berpotensi melanggar hukum internasional.

        Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier mengecam serangan yang dilakukan oleh Tel Aviv dan Washington ke Teheran. Selain merupakan kesalahan politik, ia menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional.

        Baca Juga: Akhir Perang Sudah Terlihat, Amerika Serikat Ungkap Ada Peluang Diskusi Langsung Bareng Iran

        Perbedaan kebijakan ini menunjukkan potensi retaknya soliditas aliansi dari North Atlantic Treaty Organization (NATO). Aliansi yang selama ini dikenal solid kini menghadapi tekanan akibat perbedaan pandangan terhadap perang dari Iran dan Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: