Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Akhir Perang Sudah Terlihat, Amerika Serikat Ungkap Ada Peluang Diskusi Langsung Bareng Iran

Akhir Perang Sudah Terlihat, Amerika Serikat Ungkap Ada Peluang Diskusi Langsung Bareng Iran Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya semakin optimistis untuk mengakhiri perangnya dengan Iran. Washington menegaskan bahwa akhir dari konflik kedua negara mulai terlihat meski belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menyatakan bahwa akhir dari konflik mulai terlihat, meski belum akan terjadi dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul saat perang telah memasuki minggu kelima dan mulai menunjukkan tanda-tanda menuju penyelesaian lewat diplomasi dari Washington dan Iran.

Baca Juga: Desak Trump, Paus Leo Ingin Konflik Iran-Amerika Serikat Berakhir Sebelum Paskah

Rubio mengatakan bahwa meskipun perang tidak akan berakhir dalam waktu satu atau dua hari, arah menuju akhir konflik sudah mulai jelas. Ia menekankan bahwa perkembangan terbaru memberikan harapan bahwa konflik dapat segera mereda.

"Kita bisa melihat garis finis. Bukan hari ini, bukan besok, tapi akan segera tiba," kata Rubio.

Menurut Rubio, komunikasi antar kedua negara masih terus berlangsung melalui pertukaran pesan. Ia juga membuka kemungkinan adanya pertemuan langsung antara kedua pihak di masa mendatang. Hal ini menjadi sinyal penting bahwa jalur diplomasi masih terbuka di tengah konflik yang intens antara Iran dan Amerika Serikat.

"Ada pesan yang dipertukarkan, ada pembicaraan yang sedang berlangsung. Ada potensi untuk pertemuan langsung di beberapa titik," kata Rubio.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa operasi militernya dapat berakhir dalam dua hingga tiga pekan. Namun, pernyataan yang berubah-ubah menunjukkan bahwa strategi akhir konflik masih belum sepenuhnya pasti.

Trump sendiri beberapa waktu yang lalu mengancam akan menghancurkan berbagai fasilitas vital jika tidak ada kesepakatan damai dengan Iran. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menghancurkan pembangkit listrik, sumur minyak, sumber air bersih hingga pusat ekspor minyak dari Iran, Kharg Island.

Amerika Serikat di sisi lain juga terus mengirimkan pasukan tambahan menuju Timur Tengah. Manuver Trump menjadi sorotan karena inkonsistensi dalam pernyataan  terkait strategi mengakhiri konflik. Ia membuka jalur diplomasi namun di sisi lain juga terus mengirimkan tekanan militer, termasuk dengan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Adapun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengkonfirmasi bahwa pihaknya memang melakukan komunikasi dengan Amerika Serikat. Namun hal tersebut tidak bisa disebut sebagai negosiasi resmi.

Menurutnya, pesan yang disampaikan melalui perantara lebih berupa pertukaran pandangan dan ancaman, bukan dialog diplomatik formal. Ia sendiri mendapatkan pesar yang diteruskan dari Utusan Khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff.

Serupa, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian membuka peluang berakhirnya perang dalam percakapannya dengan Presiden Dewan Eropa, António Costa. Ia menyatakan bahwa pihaknya membuka upaya negosiasi damai dengan Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Menhan Amerika Serikat: Beberapa Hari ke Depan Akan Jadi Penentu Operasi di Iran

Namun dirinya menekankan bahwa pihaknya perlu jaminan keamanan hingga komitmen bahwa serangan tidak akan dilakukan kembali oleh Tel Aviv dan Washington. Hal ini mengingat bahwa pihaknya telah diserang saat melakukan negosiasi dengan kedua pihak sebelumnya di Februari 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement