BIMS 2026 Jadi Momen Pergeseran Paradigma, dari Mobil untuk Gengsi Jadi Kecemasan Akan Tingginya Harga BBM
Kredit Foto: BP
Ada perubahan paradigma konsumen memaknai sebuah mobil di ajang Bangkok International Motor Show (BIMS) 2026. Mobil kini tak lagi sekadar simbol gengsi (prestise), melainkan beralih menjadi solusi praktis di tengah kecemasan energi dan tingginya harga BBM.
Pameran otomotif terbesar di Negeri Gajah Putih itu digelar dari 25 Maret hingga 5 April di IMPACT Challenger, Bangkok.
Paradigma orang saat ini memaknai mobil tidak lepas dari kekhawatiran akan ketahanan energi di tengah eskalasi perang di Timur Tengah.
Arti mobil saat ini tak lagi sekadar hadir sebagai simbol kebebasan. Mobil kini memasuki ruang diskusi yang lebih kompleks yang dibentuk oleh kecemasan akan krisis energi, perubahan kebiasaan konsumen, dan rasa penasaran yang besar mengenai arah masa depan dunia otomotif.
Bangkok Post dengan tepat menggambarkan bahwa selama ini pameran otomotif biasanya menjual fantasi tentang mobil yang lebih baru, lebih cepat, lebih mewah, dan lebih bertenaga. Ada pemahaman bahwa kemajuan diukur dari peningkatan desain dan performa mesin, ditambah dengan bumbu status sosial. Logika tersebut belum sepenuhnya hilang, tetapi kini harus berbagi panggung dengan realitas yang lebih praktis.
Kini, mobil listrik tidak hanya dilihat sebagai kendaraan futuristik atau ramah lingkungan, tetapi juga sebagai solusi cerdas di saat harga minyak dunia kembali tidak menentu.
Pergeseran tren ini menjelaskan mengapa mobil Electric Vehicle (EV) kini terasa menjadi pusat perhatian di BIMS, bukan lagi sekadar kategori pelengkap bagi segelintir orang yang penasaran. Minat terhadap EV di Thailand terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Krungsri Research, registrasi kendaraan penumpang listrik naik sebesar 28% secara year-on-year (YoY) pada sepuluh bulan pertama tahun 2025. Sementara, registrasi mobil Battery Electric Vehicle (BEV) penumpang meroket hingga 63,8%.
Lembaga ini juga memproyeksikan akan ada sekitar 125.000 registrasi BEV penumpang baru setiap tahunnya selama periode 2026 hingga 2028. Angka ini menegaskan bahwa EV telah melewati fase "sekadar tren baru" dan kini menjadi pertimbangan utama bagi banyak pembeli.
"Bukan lagi sekadar tentang kemewahan, konsumen kini cenderung memilih mobilitas yang dinilai paling cerdas, paling aman secara finansial, dan paling sejalan dengan arah perkembangan negara. Topik diskusi di lantai pameran kini didominasi oleh pertanyaan seputar jarak tempuh (range), kemudahan akses pengisian daya (charging), biaya operasional jangka panjang, hingga perhitungan nilai jual kembali (resale value)," tulis laporan tersebut.
"Pengunjung kini datang untuk "membaca sinyal" pasar: Merek mana yang terlihat stabil? Teknologi apa yang layak dipercaya? Serta, kompromi apa yang paling masuk akal untuk diambil?," tambahnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: