Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Program Desa Berdaya PLN UIP JBB Ubah Lahan Desa Sodong Jadi Sentra Melon Modern

        Program Desa Berdaya PLN UIP JBB Ubah Lahan Desa Sodong Jadi Sentra Melon Modern Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Deretan melon yang tumbuh subur di dalam greenhouse Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, tidak hanya menandai masa panen kedua, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan nyata program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB).

        Di balik buah-buah yang menggantung sempurna itu, tersimpan kisah transformasi tentang bagaimana intervensi yang tepat mampu mengubah potensi desa menjadi kekuatan ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.

        Perjalanan perubahan ini dimulai pada 2024 melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP JBB dalam inisiatif program Desa Berdaya. Saat itu, sebagian lahan di Desa Sodong masih belum dimanfaatkan secara optimal, dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang relatif terbatas dan belum memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan.

        Melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan, PLN tidak hanya menghadirkan bantuan sarana, tetapi juga pendampingan intensif yang mengubah pola pikir dan pola kerja masyarakat. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif mulai diolah kembali, teknologi pertanian modern diterapkan, dan keterlibatan masyarakat termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) meningkat secara signifikan.

        Transformasi tersebut mulai mendapat perhatian luas pada tahun 2024, ketika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi meresmikan Eduwisata Desa Emas Desa Sodong. Peresmian ini menjadi tonggak penting yang memperkuat posisi Desa Sodong sebagai kawasan eduwisata berbasis pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

        Memasuki tahun 2025, pengembangan program semakin terarah dengan pembangunan greenhouse sebagai pusat pertanian modern desa. Kehadiran fasilitas ini mendorong peningkatan produktivitas secara signifikan. Dalam kurun waktu satu tahun, nilai manfaat ekonomi yang dihasilkan masyarakat meningkat hingga sekitar 95%, mencerminkan lonjakan kinerja produksi dan efisiensi usaha tani yang semakin baik.

        Peningkatan tersebut turut berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Pendapatan dari aktivitas pertanian dan usaha turunan mengalami peningkatan signifikan, seiring dengan membaiknya kualitas hasil panen dan meningkatnya nilai jual produk. Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan kini berubah menjadi sumber ekonomi produktif yang berkelanjutan, bahkan mulai mendorong terbentuknya rantai nilai baru melalui pengembangan eduwisata desa.

        Dari sisi sosial, dampak program juga menunjukkan capaian yang kuat. Tingkat kepuasan masyarakat berada pada kategori tinggi dengan tren peningkatan, mencerminkan bahwa program tidak hanya dirasakan manfaatnya, tetapi juga dipercaya dan didukung oleh masyarakat. Partisipasi warga meningkat secara signifikan, termasuk keterlibatan kelompok perempuan yang kini mengambil peran aktif dalam kegiatan ekonomi dan pengelolaan program.

        Sementara itu, dari aspek lingkungan, perubahan juga terlihat nyata. Pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif meningkat secara signifikan menjadi kawasan hijau produktif, dengan penerapan pertanian modern berbasis greenhouse yang lebih efisien dalam penggunaan air dan sumber daya. Hal ini tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan desa.

        Momentum penting kembali tercatat pada Januari 2026, saat Bupati Tangerang meresmikan greenhouse sekaligus melakukan panen perdana melon, menandai keberhasilan tahap awal pengembangan pertanian modern di Desa Sodong yang kini terus berkembang.

        General Manager PLN UIP JBB, Yasir, menyampaikan bahwa keberhasilan Desa Sodong merupakan bukti nyata efektivitas program yang dijalankan secara konsisten.

        “Desa Sodong menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, dampak yang dihasilkan tidak hanya terlihat, tetapi juga terukur dan terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

        Senada dengan itu, Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP JBB, Nur Akhsin, menegaskan bahwa keberhasilan utama terletak pada perubahan yang terjadi di masyarakat.

        “Kami melihat bagaimana masyarakat semakin mandiri, semakin produktif, dan mampu mengelola potensi desanya secara berkelanjutan,” jelasnya.

        Kepala Desa Sodong, Dony Bambang Priyangga, juga mengungkapkan bahwa perubahan tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat.

        “Dulu lahan kami belum optimal, sekarang menjadi sumber ekonomi baru yang nyata. Bahkan berkembang menjadi kawasan eduwisata yang membuka peluang lebih luas,” ungkapnya.

        Baca Juga: SPKLU PLN Catat Rekor Transaksi Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

        Upaya pemberdayaan yang dilakukan secara konsisten ini pun membuahkan prestasi. Pada 2025, Desa Sodong berhasil meraih Juara 1 Lomba Desa Tingkat Provinsi Banten, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan pembangunan desa berbasis potensi lokal.

        Kini, Desa Sodong tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam dua tahun, desa ini berhasil menciptakan dampak yang meningkat hampir dua kali lipat, sekaligus menegaskan bahwa investasi sosial yang dilakukan secara tepat mampu menghasilkan manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan.

        Melalui Program Desa Berdaya, PLN UIP JBB terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: