Indonesia Mulai 'Ekspor' Tenaga Kerja, 200 PMI Dikirim ke Jepang Lewat Skema Baru
Kredit Foto: Azka Elfriza
Pemerintah mulai mendorong ekspansi tenaga kerja Indonesia ke pasar global melalui jalur yang lebih terstruktur. Sebanyak 200 calon pekerja migran Indonesia (PMI) diberangkatkan ke Jepang sebagai bagian dari strategi penguatan tenaga kerja terampil.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Muhaimin Iskandar di Bandara Soekarno-Hatta. Program ini menjadi bagian dari skema Specified Skilled Worker (SSW) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri Jepang.
Jepang sendiri tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat perubahan demografi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.
Melalui program SMK Go Global, pemerintah berupaya menyiapkan lulusan vokasi agar siap bersaing di pasar internasional. Skema ini menjadi jembatan bagi tenaga kerja terampil untuk masuk ke sektor industri luar negeri.
“Pelepasan ini menjadi bukti bahwa SMK Go Global membuka akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global,” ujar Muhaimin. Ia menilai langkah ini sebagai bagian awal dari penguatan daya saing sumber daya manusia nasional.
Program ini masih berada dalam tahap awal atau piloting. Pemerintah akan mengevaluasi skema tersebut sebelum diterapkan secara lebih luas sebagai program reguler.
Para peserta diberangkatkan melalui berbagai skema kolaborasi. Sebagian didukung oleh program CSR BUMN, sementara lainnya melalui perusahaan penempatan tenaga kerja.
Pemerintah menilai pekerja migran tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja di luar negeri. Mereka juga diharapkan membawa pengalaman dan jaringan untuk mendukung pembangunan ekonomi saat kembali ke Indonesia.
Di sisi lain, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri juga memiliki dimensi ekonomi yang besar. Remitansi dari pekerja migran selama ini menjadi salah satu sumber devisa yang penting bagi negara.
Baca Juga: PMI Penyelamat Lansia di Korsel Dapat Penghormatan, Prabowo Tunjukkan Kebanggaan
Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja global, peluang bagi Indonesia semakin terbuka lebar. Namun, kesiapan kompetensi dan perlindungan pekerja tetap menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini.
Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah dalam pengelolaan tenaga kerja. Bukan sekadar penempatan, tetapi mulai diarahkan sebagai strategi ekspor tenaga kerja terampil ke pasar internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: