Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Amerika Serikat mengklaim bahwa pihaknya telah menguasai wilayah udara dari Iran. Hal ini menyusul suksesnya operasi penyelamatan terhadap dua pilotnya yang jatuh dalam wilayah dari Teheran.
Trump mengatakan pihaknya memiliki dominasi udara atas Iran. Hal ini dibuktikan dengan operasi penyelamatan yang berjalan lancar dan tidak memakan korban dari Amerika Serikat. Hal ini juga terjadi usai dirinya melakukan operasi serupa di Timur Tengah.
Baca Juga: Masuk Pegunungan Iran, Trump Sukses Evakuasi Pilot Amerika Serikat
"Fakta bahwa kita mampu melakukan kedua operasi ini, tanpa satu pun warga tewas, atau bahkan terluka, sekali lagi membuktikan bahwa kita telah mencapai dominasi dan keunggulan udara yang luar biasa di Iran," kata Trump.
Trump menyebut operasi tersebut sebagai salah satu misi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah militer dari Washington. Awak yang diselamatkan merupakan perwira berpangkat kolonel dan bertugas sebagai weapons-systems officer dalam jet tempur dari F-15 Strike Eagle. Pesawat tersebut sebelumnya ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara dari Iran.
"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah militer bahwa dua pilot AS diselamatkan, secara terpisah, jauh di wilayah musuh," kata Trump.
Trump menyatakan bahwa operasi berlangsung dalam wilayah pegunungan negara tersebut dan melibatkan puluhan pesawat militer. Awak tersebut dilaporkan mengalami luka, namun dipastikan dalam kondisi selamat.
"Atas arahan saya, militer mengirimkan puluhan pesawat untuk menjemputnya. Dia mengalami luka-luka, tetapi dia akan baik-baik saja," kata Trump.
Namun misi penyelamatan diketahui menghadapi perlawanan kuat dari pasukan Iran. Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim telah menghancurkan beberapa pesawat selama operasi tersebut.
Dua Black Hawk yang terlibat dalam pencarian juga terkena tembakan, namun berhasil keluar dari wilayah udara dari Iran. A-10 Warthog juga dilaporkan jatuh di Kuwait. Sebelumnya, Iran juga dilaporkan mengajak warganya untuk membantu menemukan awak pesawat tersebut.
Iran juga diketahui masih mampu menembak jatuh pesawat tempur menunjukkan kemampuan militernya belum sepenuhnya lumpuh. Laporan intelijen juga menunjukkan mereka masih memiliki cadangan besar rudal dan drone, yang terus menjadi ancaman bagi operasi militer di Timur Tengah.
Baca Juga: Perang Akan Panjang, Amerika Serikat Tak Sengaja Beri 'Senjata' Mengerikan ke Iran
Perang Amerika Serikat, Israel dan Iran kini telah meluas di Timur Tengah. Ia juga menewaskan ribuan orang serta memicu lonjakan harga energi global. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan stabilitas ekonomi, seiring berlanjutnya konflik tanpa tanda-tanda mereda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: