- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Antisipasi Krisis Keamanan Energi, BIO FRIENDS Inc. Percepat Bisnis DME dan Biofuel di Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
Perusahaan energi multinasional BIO FRIENDS Inc. mengembangkan bisnis bahan bakar bersih di Indonesia sebagai langkah strategis menghadapi krisis keamanan energi global yang dipicu oleh perang di Iran.
CEO BIO FRIENDS Inc., Won Jun Cho, menyatakan bahwa perusahaan akan segera mengambil langkah resmi pertama di sektor bahan bakar bersih Tanah Air. Pada 7 April mendatang, pihaknya akan menggelar pertemuan perdana bersama anak perusahaannya di Indonesia serta mitra lokal, PT AEI (Arasy Energy Indonesia).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun pabrik produksi Dimetil Eter (DME) dengan kapasitas tahunan mencapai 10.000 ton.
Secara bersamaan, perusahaan akan meluncurkan Studi Pra-Kelayakan (PFS) untuk memproduksi bio-metanol dan bio-DME dengan memanfaatkan sumber daya hayati lokal di wilayah Jawa Barat.
"Proyek ini telah mendapatkan perhatian yang signifikan menyusul perang Iran baru-baru ini, yang telah menyebabkan ketidakstabilan yang parah dalam rantai pasokan energi Timur Tengah," katanya, Selasa (7/4/2026).
Seiring dengan melonjaknya harga minyak internasional akibat meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, lanjutnya, diversifikasi jalur pasokan dan pengamanan bahan bakar alternatif untuk keamanan energi telah menjadi prioritas mendesak bagi negara-negara yang sangat bergantung pada Timur Tengah.
"Dalam konteks ini, bisnis BIO FRIENDS Inc. di Indonesia bertujuan untuk secara proaktif menanggapi era 'Pasca-Timur Tengah dan Pasca-Bahan Bakar Fosil' dengan membangun sistem produksi bahan bakar terbarukan menggunakan sumber daya lokal," jelasnya.
Menurutnya Indonesia, negara dengan ketergantungan tinggi pada impor LPG, dapat secara signifikan meningkatkan swasembada energi nasionalnya dengan memanfaatkan DME yang diproduksi secara lokal sebagai bahan bakar alternatif atau campuran untuk LPG.
Lebih lanjut, DME muncul sebagai bahan bakar bersih yang praktis dengan potensi pertumbuhan yang tinggi tidak hanya di pasar propelan aerosol tetapi juga di sektor bahan bakar industri dan komersial.
"Dengan memanfaatkan pengalamannya yang luas dalam komersialisasi DME domestik, BIO FRIENDS Inc. berencana untuk membangun rantai nilai bahan bakar rendah karbon di Indonesia, menciptakan model sinergis yang mengintegrasikan teknologi Korea dengan sumber daya Indonesia," jelasnya.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.100, Beban Subsidi Energi Kian Berat
Lebih lanjut Won Jun Cho mengatakan, proyek Indonesia ini lebih dari sekadar membangun pabrik. Tetapi ini adalah proses pembangunan infrastruktur pasokan bahan bakar terbarukan yang stabil untuk mengatasi kerentanan sistem yang berpusat pada bahan bakar fosil, seperti yang disoroti oleh perang Iran.
"Pada era di mana transisi dari minyak Timur Tengah dan bahan bakar fosil semakin cepat, bio-metanol dan bio-DME akan berfungsi sebagai sarana praktisuntuk menjaga keamanan energi, melampaui sekadar alternatif ramah lingkungan,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: