Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenkeu Targetkan Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5 Persen Lewat Belanja Cepat

        Kemenkeu Targetkan Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5 Persen Lewat Belanja Cepat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mampu mencapai angka 5,5 persen. Target optimistis ini ditetapkan di tengah dinamika ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung hingga saat ini.

        Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Kacaribu menyatakan konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar ekonomi nasional. Selain itu, sektor investasi dan ekspor memberikan sumbangan signifikan masing-masing sebesar 30 persen dan 25 persen.

        “Tahun 2025 kemarin pertumbuhan sektor pertanian itu di atas 5 persen,” ujar Febrio di Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026). Ia menyebut sektor pertanian kini menjadi mesin pertumbuhan baru setelah sebelumnya hanya tumbuh di bawah 2 persen.

        Kebijakan penyederhanaan distribusi pupuk dinilai menjadi faktor utama yang mendorong gairah produksi di sektor agraris. Di samping itu, sektor manufaktur juga mencatatkan performa impresif dengan pertumbuhan mencapai 5,4 persen pada tahun lalu.

        Pemerintah menerapkan strategi percepatan belanja negara untuk mengunci target pertumbuhan pada awal tahun ini. Terlebih lagi, realisasi belanja pada kuartal I-2026 tercatat tumbuh sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

        Total belanja negara hingga Maret 2026 dilaporkan telah menyentuh angka Rp 815 triliun. Selain itu, nilai ini meningkat signifikan dari realisasi kuartal I-2025 yang saat itu hanya berada di kisaran Rp 600 triliun.

        Eksekusi anggaran yang cepat diharapkan memberikan dampak instan terhadap perputaran ekonomi di masyarakat. Di samping itu, belanja pemerintah diproyeksikan berkontribusi sekitar 8 hingga 9 persen terhadap total produk domestik bruto.

        Kemenkeu tetap mewaspadai tantangan nyata berupa lonjakan harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Namun, pemerintah memastikan telah menyiapkan bantalan fiskal guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

        Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Pertama 2026 Tumbuh Kuat

        Defisit anggaran akan tetap dijaga dalam batas aman agar keberlanjutan ekonomi jangka panjang tetap terjamin. Selain itu, pengawasan terhadap produktivitas sektor-sektor strategis terus diperketat untuk memitigasi risiko eksternal.

        Optimisme ini didorong oleh struktur ekonomi Indonesia yang dinilai semakin dinamis dalam menghadapi krisis global. Dengan demikian, sinkronisasi kebijakan fiskal dan sektor riil menjadi kunci utama pencapaian target pertumbuhan tahun ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: