Donald Trump Ancam Bom Iran Lagi, Tuntut Kesepakatan Harus Untungkan Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran bahwa perdamaian yang baru dicapai kedua negara masih jauh dari kata final. Ia bahkan mengancam akan kembali melancarkan serangan militer apabila Teheran tidak menunjukkan perilaku yang sesuai dengan kesepakatan.
Trump menegaskan bahwa memorandum of understanding (MoU) yang telah disepakati dengan Iran hanyalah kerangka awal dan belum merupakan perjanjian yang mengikat secara penuh.
Baca Juga: Iran Menang Perang? Bocoran Kesepakatan Sinyalkan Amerika Setuju Cabut Sanksi hingga Bayar Rp4.800 T
"Tidak, ini belum final. Ini hanya memorandum of understanding," kata Trump, dikutip Kamis (18/6).
Presiden AS itu kemudian melontarkan peringatan keras kepada Teheran.
"Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka dan menjatuhkan bom di atas kepala mereka," ujarnya.
Trump juga menegaskan bahwa perilaku Iran pada fase implementasi kesepakatan akan menjadi penentu keberlanjutan perdamaian.
"Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka," kata Trump.
Menurut dia, Iran memiliki rekam jejak panjang yang membuat Washington tetap berhati-hati meskipun kedua negara telah mencapai kesepakatan awal.
"Mereka telah berperilaku buruk selama 47 tahun," ujarnya.
Pernyataan keras tersebut menunjukkan bahwa meskipun AS dan Iran telah menyepakati kerangka perdamaian, ancaman penggunaan kekuatan militer masih menjadi bagian dari strategi tekanan Washington terhadap Teheran.
Ucapan Trump juga mengindikasikan bahwa implementasi MoU akan berada di bawah pengawasan ketat pemerintah AS, terutama terkait perilaku Iran dalam isu keamanan regional dan komitmennya terhadap poin-poin kesepakatan.
Sebelumnya, AS dan Iran mencapai nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama berbulan-bulan. Penandatanganan resmi dokumen tersebut dijadwalkan berlangsung di Swiss.
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Terapkan Sistem Grading, Dapur Tak Lagi Bisa Seenak Hati Jalankan Program MBG
Namun, pernyataan terbaru Trump memperlihatkan bahwa perdamaian antara kedua negara masih bersifat rapuh dan dapat berubah sewaktu-waktu apabila salah satu pihak dinilai melanggar komitmen yang telah disepakati.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: