China Puji Korea Utara, Maju Walau Diblokade Amerika Serikat
Kredit Foto: AP Photo/KCNA
China dan Korea Selatan memperkuat hubungannya guna menjaga perdamaian dari Asia. Beijing dalam hal ini memuji sejumlah pencapaian dari Pyongyang di Semenajung Korea
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi memuji capaian negara tersebut, salah satunya karena mereka berhasil terus maju meski dalam tekanan dari Amerika Serikat. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil kepemimpinan dari Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Baca Juga: Kendaraan Niaga Listrik China Curi Perhatian di GIICOMVEC 2026
"Prestasi baru dalam pembangunan sosialis yang diraih oleh mereka di tengah meningkatnya konspirasi isolasi adalah buah dari kepemimpinan dari Kim Jong Un," kata Wang dikutip dari Korean Central News Agency (KCNA).
Wang Yi sendiri menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah dinamika global yang tidak menentu bersama dengan Pyongyang. China dan Korea Utara sepakat bahwa kerja sama antara kedua negara akan terus ditingkatkan, baik dalam bidang politik maupun ekonomi.
Penguatan hubungan kedua negara sendiri terjadi di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik geopolitik dan memanasnya hubungan sejumlah negara dengan Amerika Serikat.
Presiden China Xi Jinping sendiri dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sendiri sebelumnya menyatakan minat untuk kembali membuka dialog dengan Korea Utara.
Langkah China dan Korea Utara mempererat hubungan dipandang sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan di Asia Timur. Hal ini berpotensi memengaruhi keseimbangan geopolitik global, terutama dalam hubungan dengan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Korea Utara kembali menguji berbagai sistem persenjataan baru, termasuk hulu ledak bom klaster pada rudal balistik dan senjata elektromagnetik, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan perang modern. Hal ini menjadi ancaman terbaru untuk kedamaian dari Semenangjung Korea.
Uji coba ini dilakukan oleh Akademi Ilmu Pertahanan Korea Utara. Salah satu pengujian melibatkan rudal taktis permukaan-ke-permukaan Hwasongpho-11 Ka. Ia dilengkapi hulu ledak bom klaster dan diklaim mampu menghancurkan target dalam area luas hingga sekitar 7 hektare.
Korea Utara juga menguji sistem senjata elektromagnetik yang berpotensi melumpuhkan perangkat elektronik militer lawan. Teknologi ini dinilai mampu mengganggu sistem canggih seperti jet tempur siluman dan kapal perang berbasis sistem radar modern.
Baca Juga: Terbang ke China, Pemimpin Oposisi Taiwan Suarakan Rekonsiliasi Taipei-Beijing
Pyongyang juga menguji bom berbahan serat karbon yang dapat merusak infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dengan menyebarkan material konduktif. Jenis senjata ini sebelumnya telah dikembangkan oleh negara maju seperti Amerika Serikat dan China.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: