Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Di Tengah Gejolak Global, Bos BI Beberkan Arah Kebijakan di Depan Investor Global

        Di Tengah Gejolak Global, Bos BI Beberkan Arah Kebijakan di Depan Investor Global Kredit Foto: Bank Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pandangan positif investor global terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia serta konsistensi dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.

        Keyakinan tersebut didukung oleh kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai tetap berdaya tahan di tengah meningkatnya tekanan global.

        Gubernur BI Perry Warjiyo bertemu dengan sejumlah investor di New York dan Boston saat menjadi pembicara pada Harvard Kennedy School Policy Talk 2026, serta dalam pertemuan dengan Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Seluruh pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian IMF Spring Meeting 2026 di Amerika Serikat.

        Perry menyampaikan bauran kebijakan Indonesia berada pada arah yang tepat, dengan fokus pada stabilitas dan ketahanan eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, serta penguatan likuiditas domestik. Kebijakan tersebut juga didukung komitmen fiskal untuk menjaga defisit di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) melalui reformasi subsidi dan realokasi anggaran yang lebih produktif.

        “Kami akan terus memastikan bauran kebijakan yang konsisten dan responsif untuk menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global," ujar Perry dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

        Dalam rangkaian agenda tersebut, BI juga berpartisipasi dalam diskusi bersama Profesor Harvard Jeffrey A. Frankel dan Harvard Visiting Scholar M. Chatib Basri bertajuk “Stability in an Age of Shocks: Rethinking Macro Policy in a Fragmented World”.

        Diskusi tersebut menyoroti semakin kompleksnya kondisi global yang ditandai oleh fragmentasi ekonomi, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan.

        Frankel menekankan bahwa guncangan global semakin sering terjadi dan sulit diprediksi sehingga meningkatkan risiko terhadap perekonomian dunia.

        Menanggapi hal tersebut, Perry menegaskan bauran kebijakan yang kredibel, fleksibel, dan terkoordinasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

        Pesan tersebut juga disampaikan kepada Utusan Tetap Indonesia untuk PBB di New York, Umar Hadi, sebagai bagian dari penguatan komunikasi dan penyelarasan narasi ekonomi Indonesia di tingkat global.

        Baca Juga: BI Perkuat Intervensi untuk Jaga Stabilitas Rupiah

        Baca Juga: Purbaya Temui Blackrock cs di AS, Beberkan Kondisi Fiskal RI

        Baca Juga: Bos BI Sebut Ruang Penurunan BI Rate Makin Sempit Imbas Perang Timur Tengah

        Pertemuan tersebut turut memberikan perspektif mengenai dinamika geopolitik dan kondisi global terkini yang menjadi masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi ke depan.

        Dalam kesempatan itu, Perry menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid, ditopang pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terkendali, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.

        Ke depan, BI akan terus memperkuat komunikasi kebijakan dengan investor global untuk menjaga persepsi pasar tetap positif di tengah dinamika global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: