Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pabrik BYD Dikabarkan Terbakar

        Pabrik BYD Dikabarkan Terbakar Kredit Foto: CarNews China
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kebakaran melanda fasilitas milik BYD di Pingshan, Shenzhen, China pada Selasa hari (14/4). Otoritas setempat bersama pihak perusahaan mengonfirmasi bahwa insiden tersebut telah berhasil ditangani dengan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

        CarnewsChina melaporkan, berdasarkan laporan Sina Finance yang mengutip keterangan otoritas pemadam kebakaran setempat, kobaran api mulai terdeteksi pada pukul 02.48 waktu setempat.

        Titik api berada di sebuah gedung parkir bertingkat di wilayah Ma Luan, Distrik Pingshan. Tim tanggap darurat gabungan tingkat distrik dan kota langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah alarm berbunyi.

        Dalam sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial Tiongkok, tampak kepulan asap pekat membubung tinggi dari dalam fasilitas hingga terlihat jelas di atas kawasan industri sekitarnya. Saat ini, pihak berwenang memastikan api telah padam sepenuhnya. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum dipublikasikan.

        Pihak BYD memberikan klarifikasi bahwa bangunan yang terbakar adalah gedung parkir tiga dimensi yang difungsikan khusus untuk menyimpan kendaraan uji coba dan kendaraan afkir.

        Laporan dari Securities Times dan media afiliasi Sina lainnya menegaskan bahwa area tersebut murni digunakan untuk unit-unit eksperimental, validasi internal, dan kendaraan yang sudah habis masa pakainya (end-of-life), bukan untuk kendaraan yang sedang diproduksi atau siap dikirim ke konsumen.

        Klarifikasi ini memastikan bahwa lokasi insiden terpisah dari pabrik perakitan inti di kompleks Pingshan. Tidak ada laporan kerusakan pada lini produksi, sehingga operasional di fasilitas yang menjadi salah satu pusat produksi utama BYD tersebut dipastikan tetap berjalan normal.

        Insiden ini terjadi di tengah langkah agresif BYD yang sedang memperluas jaringan pengisian dayanya secara masif. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan telah mengoperasikan 5.000 stasiun flash charging di 297 kota di Tiongkok hanya dalam waktu beberapa minggu sejak diluncurkan.

        Stasiun pengisian daya dengan kapasitas tingkat megawatt ini memungkinkan kendaraan listrik yang kompatibel untuk mengisi daya dari 10% hingga 70% hanya dalam waktu sekitar lima menit dalam kondisi standar. BYD menargetkan pembangunan 20.000 stasiun serupa di seluruh Tiongkok pada akhir 2026.

        Di kancah global, BYD juga berencana membangun 6.000 stasiun flash charging di luar negeri. Eropa dibidik sebagai pasar utama sejalan dengan peluncuran jajaran model kendaraan di bawah merek Denza.

        Di tengah dinamika pasar domestik yang fluktuatif, BYD terbukti masih mempertahankan skala operasional raksasanya. Pada Maret 2026, perusahaan mencatatkan penjualan sebanyak 300.222 unit Kendaraan Energi Baru (NEV). Angka ini menunjukkan pemulihan dibanding bulan Februari, meski masih tercatat turun secara year-on-year (YoY).

        Sepanjang kuartal pertama 2026, BYD meraup total penjualan 700.463 kendaraan. Walaupun laju awal tahun ini sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya, BYD tetap kokoh sebagai produsen NEV terbesar di Tiongkok pada bulan Maret dengan menguasai 22,8% pangsa pasar ritel.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: