Kredit Foto: Antara/Adiwinata Solihin
Langkah tak biasa dilakukan Perum Bulog di tengah isu ketahanan pangan nasional. Lembaga itu membuka akses publik untuk melihat langsung stok beras di gudang sebagai bentuk transparansi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mempersilakan masyarakat melakukan pengecekan langsung. Kebijakan ini diambil untuk memastikan kepercayaan publik terhadap ketersediaan pangan tetap terjaga.
“Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik, Bulog membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang,” kata Rizal dikutip dari ANTARA.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa cadangan beras pemerintah dalam kondisi aman.
Transparansi tersebut juga diperkuat dengan data stok yang terus meningkat. Per 18 April 2026, total stok beras yang dikelola Bulog mencapai 4,88 juta ton.
Lonjakan stok ini berdampak langsung pada tingkat keterisian gudang. Bahkan, kapasitas penyimpanan internal mulai mengalami tekanan akibat tingginya serapan beras.
Bulog saat ini mengelola 1.540 unit gudang dengan kapasitas lebih dari 3 juta ton. Namun, kapasitas tersebut tidak lagi cukup menampung seluruh cadangan yang ada.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog memperluas ruang penyimpanan. Perusahaan memanfaatkan gudang filial di luar jaringan internal untuk menampung kelebihan stok.
Hingga kini, sebanyak 1.254 unit gudang tambahan telah digunakan. Langkah ini dilakukan agar distribusi dan penyimpanan tetap berjalan optimal.
Kondisi gudang yang penuh mencerminkan tingginya penyerapan hasil panen dalam negeri. Bulog menerapkan strategi jemput bola untuk memastikan gabah petani terserap maksimal.
“Penyerapan dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Bulog melalui pola jemput bola,” ujar Rizal.
Pendekatan ini dilakukan dari sawah hingga penggilingan di berbagai daerah.
Target penyerapan tahun ini juga meningkat signifikan. Bulog menargetkan mampu menyerap hingga 4 juta ton setara beras.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 3 juta ton. Kenaikan target ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan nasional.
Di sisi lain, pemerintah turut memastikan kondisi stok secara langsung. Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog di Magelang.
Baca Juga: Sidak Gudang Bulog di Magelang, Prabowo Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Krisis Global
Sidak tersebut bertujuan mengecek kesiapan cadangan pangan nasional. Langkah ini juga menjadi bentuk pengawasan langsung dari pemerintah pusat.
“Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman,” kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Jaya.
Pemerintah menegaskan stok siap didistribusikan kapan pun dibutuhkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat