Iran Dikabarkan Enggan Lanjutkan Perundingan dengan AS, Upaya Mediasi Pakistan Terancam Gagal
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Di tengah ketegangan yang kian memuncak dan tenggat waktu gencatan senjata yang semakin dekat, Iran menyatakan tidak akan mengirimkan delegasinya ke Pakistan untuk melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat (AS).
Sikap keras Iran ini praktis mengancam rencana Pakistan yang berniat menggelar negosiasi multi-hari antara kedua belah pihak yang berseteru.
Penolakan ini bahkan datang kurang dari 48 jam sebelum kesepakatan gencatan senjata yang rapuh tersebut kedaluwarsa.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (20/4) membeberkan alasan di balik keengganan Teheran. Ia menuding Washington telah "melanggar gencatan senjata sejak awal penerapannya".
Baca Juga: Pakistan Jadi Penentu! Iran-AS Kembali Negosiasi, Tapi Tuntutan Trump TIdak Realistis
Baghaei menyoroti blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz yang berlangsung sejak 13 April lalu, serta aksi penyitaan kapal kontainer Iran oleh militer AS, sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata dan hukum internasional.
Pihak Iran pun mengaku telah melaporkan rentetan pelanggaran tersebut kepada Pakistan selaku mediator utama.
"Amerika Serikat tidak pernah belajar dari pengalaman, dan ini tidak akan pernah membuahkan hasil yang baik," tegas Baghaei.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras bahwa jika AS dan Israel kembali melancarkan agresi, pasukan Iran "akan merespons dengan setimpal".
Meski begitu, Baghaei menegaskan bahwa proposal 10 poin milik Teheran yang diserahkan sebelum putaran pertama di Islamabad tetap menjadi landasan bagi negosiasi apa pun ke depannya.
Prospek Damai di Ujung Tanduk
Di sisi lain, para pejabat Pakistan mengaku masih berupaya merawat optimisme. Mereka berharap dapat kembali membawa kedua belah pihak yang bertikai ke meja perundingan.
Islamabad sebenarnya tengah mematangkan persiapan untuk menjadi tuan rumah putaran kedua perundingan AS-Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang.
Meski demikian, para pejabat tersebut tak menampik bahwa eskalasi ketegangan dalam beberapa jam terakhir telah menciptakan keraguan bagi prospek diplomasi.
Melansir laporan Al Jazeera, seorang sumber yang dekat dengan upaya mediasi ini membeberkan strategi Pakistan. Berbeda dengan perundingan putaran pertama pada 11 April lalu, Pakistan kali ini menargetkan agar AS dan Iran menyepakati negosiasi yang berlangsung selama beberapa hari.
Tujuannya adalah hingga sebuah kesepakatan sementara yang disebut para mediator sebagai Nota Kesepahaman (MoU) resmi ditandatangani. MoU ini secara efektif akan memperpanjang masa gencatan senjata.
Jika berhasil disepakati, para negosiator akan memiliki jendela waktu yang jauh lebih panjang, yakni hingga 60 hari, untuk mengamankan perjanjian damai yang lebih permanen.
Namun, dengan absennya Iran dari meja perundingan saat ini, skenario jalan damai tersebut masih menjadi tanda tanya besar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat