Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos GWM Sesumbar Kompetitor Harus Tiru Platform Terbarunya Agar Mampu Berekspansi ke Pasar Otomotif Global

        Bos GWM Sesumbar Kompetitor Harus Tiru Platform Terbarunya Agar Mampu Berekspansi ke Pasar Otomotif Global Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Chairman Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun, melontarkan pernyataan tajam di sela-sela pengumuman prapemesanan SUV terbaru dari sub-merek Wey, yakni V9X.

        Ia mengklaim bahwa para produsen otomotif pesaing harus belajar dari platform terbaru mereka, GWM One, jika tidak ingin kalah saing dan gagal berekspansi ke pasar internasional.

        Platform GWM One, yang dikenal dengan nama Gui Yuan di pasar domestik China, merupakan wujud strategi mutakhir perusahaan dalam mengembangkan kendaraan. Platform ini diklaim sangat fleksibel dan mampu menopang berbagai jenis kendaraan, mulai dari SUV, sedan, MPV, hingga pikap.

        Kelebihan utama GWM One terletak pada kemampuannya mengakomodasi berbagai sistem penggerak dalam satu basis, termasuk plug-in hybrid (PHEV), hybrid murni (HEV), kendaraan listrik baterai (BEV), mesin pembakaran internal (ICE) konvensional, hingga kendaraan sel bahan bakar (FCEV).

        Untuk itu, GWM berencana merilis lebih dari 50 model baru berbasis platform ini di masa depan, dengan Wey V9X sebagai produk perdananya.

        Baca Juga: INDEF Soroti Ketimpangan Subsidi: Kendaraan BBM Diuntungkan, Mobil Listrik Terancam Beban Pajak Ganda

        Carnewschina menyebut dalam peluncuran tersebut, Wei Jianjun sesumbar bahwa bukan konsumen yang paling menyoroti kehadiran V9X, melainkan para kompetitor.

        Ia meyakini para pesaing akan segera menjadikan GWM One sebagai bahan studi. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tanpa mengadopsi prinsip dan cara kerja seperti platform GWM One, pabrikan lain akan kesulitan menembus pasar global dan terancam kehilangan daya saing.

        Pernyataan bos GWM ini diduga kuat menyindir para pabrikan yang masih bersikeras hanya memproduksi mobil listrik murni (EV) atau mereka yang sangat bergantung pada teknologi extended-range EV (EREV) untuk mengatasi kecemasan jarak tempuh konsumen.

        Beberapa merek otomotif China yang saat ini memiliki lini produk EREV dalam jumlah besar antara lain Li Auto, Aito (Huawei), dan Deepal (Changan).

        Sepanjang tahun 2026, permintaan kendaraan listrik murni secara global memang tengah mengalami pendinginan. Sebaliknya, kendaraan berteknologi EREV, PHEV, dan HEV justru semakin diminati baik di China maupun pasar internasional.

        Dengan platform barunya ini, GWM berharap dapat mencuri langkah dengan langsung menawarkan beragam pilihan mesin kepada konsumen.

        GWM sendiri dikenal kerap melontarkan kritik keras terhadap kompetitor. Perusahaan secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap teknologi EREV, yang mereka anggap sebagai "jalan pintas" dan diklaim 13 persen lebih boros dibandingkan sistem penggerak langsung (direct-drive).

        Sebelumnya, Senior Vice President GWM, Mu Feng, bahkan pernah menegaskan bahwa perusahaannya "lebih baik mati daripada harus membuat mobil EREV."

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: