Kredit Foto: IPCC
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 12% pada 2026 meski arus impor kendaraan listrik diperkirakan melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga optimistis laba bersih tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan capaian 2025.
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro, mengatakan target tersebut didorong oleh optimisme terhadap pertumbuhan bisnis terminal kendaraan meskipun dinamika pasar otomotif mulai berubah.
“Pendapatan (tumbuh) 12 persen. Kalau laba bersih lebih daripada tahun sebelumnya, tahun 2025,” ujar Wing kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, mengatakan segmen car terminal masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Sekitar 75% pendapatan IPCC berasal dari aktivitas kendaraan completely built up (CBU) atau mobil utuh melalui kegiatan ekspor dan impor.
Menurut Sugeng, lonjakan impor kendaraan listrik pada 2025 menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan tahun lalu.
“Memang kalau kita lihat di CBU sendiri, tahun 2025, itu ada sekitar 100 ribu, itu dari kendaraan listrik paling banyak,” ujarnya.
Namun, memasuki 2026, IPCC memperkirakan impor kendaraan listrik tidak akan setinggi tahun sebelumnya. Penurunan diperkirakan terjadi pada fase impor awal seiring penyesuaian pasar domestik dan strategi distribusi produsen otomotif.
Meski demikian, perseroan melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama dari potensi peningkatan impor kendaraan yang berkaitan dengan program pemerintah.
Baca Juga: IPCC Cetak Laba Rp256 Miliar, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Baca Juga: IPC TPK Bukukan 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026, Distribusi Domestik Tumbuh 3,5%
Baca Juga: Catat 2.775 TEUs pada Maret, Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Melonjak 22,5%
“Kalau yang impornya dari pemerintah, kemungkinan akan meningkat. Jadi, kembali lagi, untuk di 2026, tidak semudah 2025, tapi kita komit,” kata Sugeng.
Perubahan pola impor kendaraan listrik diperkirakan akan memengaruhi bisnis terminal kendaraan nasional setelah tingginya arus masuk kendaraan listrik impor dalam dua tahun terakhir. Namun, IPCC menilai diversifikasi arus kendaraan dan aktivitas ekspor-impor tetap menjadi penopang utama pertumbuhan bisnis perseroan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: