Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Hanya di Selat Hormuz, Amerika Serikat Kini Buru Tanker Iran di Asia

        Tak Hanya di Selat Hormuz, Amerika Serikat Kini Buru Tanker Iran di Asia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat mencegat setidaknya tiga tanker berbendera dari Iran di Asia. Washington dilaporkan memaksa kapal-kapal tersebut mengalihkan jalurnya dan menjauh dari posisi mereka dekat wilayahdari India, Malaysia, dan Sri Lanka.

        Dikutip dari Reuters, Laporan menyebutkan bahwa salah satu kapal yang dicegat adalah supertanker bernama Deep Sea. Kargo kapal tersebut dilaporkan sebagian bermuatan minyak mentah dan terakhir terdeteksi di lepas pantai dari Malaysia.

        Baca Juga: Iran Terpecah, Amerika Serikat Bilang Ada Konflik Kaum Pragmatis dan Kelompok Garis Keras di Teheran

        Kapal lainnya yang terkena blokade bernama Sevin. Ia juga turut bermuatan minyak mentan dan memiliki kapasitas maksimum 1 juta barel dan membawa muatan berisi hingga sekitar 65%.

        Supertanker Dorena juga diketahui menjadi salah satu yang terkena dampak blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Ia membawa penuh sekitar 2 juta barel minyak mentah dan kini dikawal oleh kapal perusak dari Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Hindia. Kapal ini sebelumnya terdeteksi di lepas pantai dari India.

        Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi blokade tidak hanya dilakukan di sekitar wilayah dari Selat Hormuz. Pihaknya juga turun melakukan patroli dalam perairan terbuka guna menghindari risiko ranjau laut yang dapat mengancam keselamatan operasi militer.

        Amerika Serikat sendiri telah memerintahkan sedikitnya 29 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sejak pihaknya melakukan blokade di Selat Hormuz.

        Pengetatan blokade ini terjadi di tengah gangguan besar pada jalur energi global. Selat Hormuz yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia mengalami penurunan lalu lintas signifikan sejak konflik dimulai.

        Sebelumnya, Iran juga menyita dua kapal kontainer setelah menembaki kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Insiden tersebut menandai meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis dunia.

        Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan bahwa pihaknya telah menembaki dua kapal bernama MSC Francesca dan Epaminondas. Kedunya berbendera Panama dan Liberia. Pihaknya menilai bahwa kedua kapal tersebut telah beroperasi tanpa izin serta memanipulasi sistem navigasi mereka. Tuduhan ini menjadi dasar tindakan penyitaan oleh Iran.

        Epaminondas diketahui dilaporkan ditembaki sekitar 15 mil laut barat laut Oman. Kapal tersebut mengalami kerusakan pada bagian anjungan setelah terkena tembakan dan granat berpeluncur roket dari kapal cepat milik IRGC.

        Ia sendiri membawa 21 awak yang terdiri dari warga Ukraina dan Filipina. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kapal mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.

        MSC Francesca di sisi lain juga terkena tembakan sekitar delapan mil laut dari wilayah Iran. Namun kapal tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan dan seluruh awak dinyatakan selamat. Satu kapal lainnya juga ditembaki, tetapi berhasil melanjutkan pelayaran tanpa kerusakan.

        Baca Juga: Peringatan ke Amerika Serikat, Ini Cara Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz

        IRGC kini memperingatkan gangguan keamanan terhadap Selat Hormuz. Pihaknya menyatakan bahwa setiap gangguan terhadap keamanan jalur tersebut akan dianggap sebagai “garis merah” terhadap gencatan senjata antara pihaknya dengan Israel dan Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: