Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Belajar dari Mama Khas Banjar: Saat Kebijakan Tak Selaras, UMKM Jadi Korban

        Belajar dari Mama Khas Banjar: Saat Kebijakan Tak Selaras, UMKM Jadi Korban Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum dalam memperkuat sektor UMKM sebagai fondasi ekonomi nasional.

        Menurutnya, kasus Toko Mama Khas Banjar memberikan pelajaran berharga bahwa kebijakan yang tidak selasar dapat menyebabkan UMKM menjadi korban.

        Hal tersebut disampaikan Menteri Maman di hadapan ratusan warga dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (20/4/2026).

        “Pendekatan terpadu ini dinilai krusial untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu melindungi dan memberdayakan pengusaha UMKM secara berkelanjutan,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Jumat (24/4).

        “Kasus Mama Khas Banjar menunjukkan adanya perhatian seluruh pemangku kepentingan terhadap UMKM di Banjarbaru. Namun, ketika orkestrasi antarinstansi belum berjalan selaras, hal ini dapat berpotensi menyebabkan ketidaktepatan dalam penempatan kebijakan,” imbuhnya.

        Menurut Menteri Maman, kasus Mama Khas Banjar menjadi cerminan bahwa perhatian para pemangku kepentingan terhadap UMKM sudah tinggi. Namun, tanpa orkestrasi kebijakan yang selaras antarinstansi, niat baik tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan dalam implementasi kebijakan.

        Dalam kasus tersebut, pemilik Toko Mama Khas Banjar, Firly Nurachim, sempat menghadapi tuntutan terkait dugaan pelanggaran label kedaluwarsa produk. Dalam prosesnya, perkara tersebut diputuskan sebagai pelanggaran administratif, bukan tindak pidana. Setelah melalui proses hukum, toko oleh-oleh tersebut kembali beroperasi pada Juni 2025.

        Menteri Maman menekankan bahwa kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum tidak dapat berjalan secara terpisah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang adil, proporsional, dan berpihak pada penguatan ekonomi rakyat.

        Ia menambahkan, ketika kolaborasi dibangun dengan baik, pengalaman seperti yang dialami Mama Khas Banjar dapat menjadi simbol kehadiran negara yang tidak hanya mengatur, tetapi juga melindungi dan mendorong kemajuan pengusaha UMKM.

        “Dengan kolaborasi yang baik, peristiwa Mama Khas Banjar dapat menjadi simbol bahwa ketika UMKM dikelola dengan pendekatan yang tepat, disertai keseriusan seluruh pemangku kepentingan, maka kemajuan UMKM akan semakin kuat,” katanya.

        Selain itu, Kementerian UMKM juga terus mendorong terciptanya keseimbangan ekonomi melalui pengurangan kesenjangan antara pengusaha UMKM dan usaha besar. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial di seluruh Indonesia.

        Menteri Maman menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan berbagai skema pembiayaan bagi UMKM melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan swasta. Namun demikian, efektivitas pembiayaan tersebut dinilai belum optimal apabila pasar domestik masih dibanjiri oleh produk impor ilegal yang melemahkan daya saing UMKM lokal.

        Baca Juga: Pertamina Fasilitasi Webinar Kartini 2026 untuk Perkuat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar UMKM

        Baca Juga: Kolaborasi ASEAN–Korea Dorong UMKM Go Green Lewat Energi Terbarukan dan Pembiayaan Berkelanjutan

        Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah, dinas terkait, aparat penegak hukum, serta sektor perbankan untuk bersama-sama menjaga pasar dalam negeri dari peredaran barang ilegal. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi pengusaha UMKM di dalam negeri.

        “Daerah yang maju akan menjadi etalase bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: