Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jepara Panen 176 Ton Gabah, Program Biosalin PGN dan BRIN Lampaui Target

        Jepara Panen 176 Ton Gabah, Program Biosalin PGN dan BRIN Lampaui Target Kredit Foto: PGN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program budidaya padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara mencatat hasil di atas target. Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jepara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menghasilkan panen seluas 22 hektare atau melampaui target awal 20 hektare, dengan total produksi sekitar 176 ton gabah.

        Capaian tersebut diraih pada musim tanam terkini di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kerap menekan produktivitas pertanian wilayah pesisir.

        Berdasarkan data program, produktivitas rata-rata tercatat 7–9 ton per hektare. Dengan asumsi harga gabah Rp7.000 per kilogram, nilai ekonomi panen diperkirakan mencapai Rp1,23 miliar.

        Keberhasilan ini menunjukkan potensi varietas biosalin sebagai solusi pertanian adaptif untuk lahan yang terdampak intrusi air laut, banjir rob, dan peningkatan salinitas.

        Kepala BRIN Arif Satria mengatakan varietas padi biosalin dikembangkan untuk menjawab tantangan pertanian di kawasan pesisir.

        “Keunggulan varietas Biosalin ini adalah mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektare dan memiliki masa tanam antara 84 hingga 107 hari. Yang tidak kalah penting varietas biosalin ini memiliki kelebihan tahan terhadap hama penyakit dan mampu bertahan di lahan marginal,” ujar Arif dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026). 

        Ia menambahkan model pengembangan tersebut dapat direplikasi di wilayah pesisir lain yang menghadapi persoalan serupa.

        “Kami mendorong agar model seperti ini dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa. Dengan demikian, inovasi berbasis riset benar-benar menjadi pendorong dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Arif.

        Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai capaian panen menjadi momentum penting bagi penguatan ketahanan pangan daerah.

        “Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, sektor pertanian tetap bisa tumbuh dan memberikan nilai ekonomi, bahkan di tengah tekanan cuaca ekstrem,” ujarnya.

        Menurut dia, program tersebut juga menghidupkan lahan pesisir yang sebelumnya kurang produktif dan meningkatkan optimisme petani untuk tetap menanam.

        Dari sisi korporasi, Division Head Corporate Social Responsibility PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan program menjadi bagian dari komitmen perusahaan menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

        Ia menjelaskan pendampingan tidak hanya berfokus pada panen jangka pendek, tetapi juga peningkatan kapasitas petani dan transfer pengetahuan agar mampu menjalankan praktik pertanian adaptif secara mandiri.

        Baca Juga: Dorong Ketahanan Energi Nasional, Komisaris Utama PGN Gunakan BBG di Kendaraan Pribadi

        Baca Juga: Gandeng PGN, PTBA Bidik Produksi Syngas 240 BBTUD dari 9 Juta Ton Batubara

        Baca Juga: PGN dan PLN Serap 8 Kargo LNG Donggi-Senoro Sepanjang 2025

        “Artinya, keberhasilan hari ini menjadi fondasi agar petani dapat terus berproduksi tanpa ketergantungan pada intervensi program di masa depan,” ujarnya.

        PGN menyebut program biosalin sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), terutama dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah operasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: